Messi Bayarkan Honor Scurity yang Tertunggak 6 Bulan

Dari uangnya pribadi Lionel Messi membayakan honor para security Tim nasional Argentina yang telah tidak terbayarkan hingga 6 bulan.

Disampaika dari salah satu media, La Pulga mengetahui terpendingnya honor scurity tim nasionalnya pada saat berada di Brasil untuk melakoni pertandingan penyisihan Piala Dunia 2018. Pada saat itu sejumlah petugas keamanan menghampiri sang mega bintang dan mengeluh kesahkan nasibnya.

Lionel Messi tergerak hatinya mendengarkan keluhan scurity itu. Dirinya tentu mengkontak ayahnya dan selanjutnya memilih membantu menyelesaikan persoalan tersebut. Lionel Messi memberikan honor mereka memakai uangnya pribadi.

Cerita ini diucapkan oleh salah satu jurnalis olahraga Argentina yakni bernama Juan Pablo Varsky pada satu tayangan di Stasiun Radio Metro 95.1.

Federasi Sepakbola Argentina atau disingkat dengan nama AFA dalam beberapa waktu belakangan memang sedang dalam persoalan yang serius usai terbongkarnya beberapa kasus. Presiden AFA, bernama Luis Segura, telah dikenai dakwaan pada bulan Juni lalu karena tuduhan tersangkut penyelewengan hak siar TV. Segura pun sedang  dimintai keterangan oleh pengadilan Argentina karena persoalan hukum yang lain.

Kondisi-kondisi tersebut sampai membuat FIFA dan CONMEBOL turun tangan menengahi. Tapi itu tak mampu mengatasi masalah berupa minimnya dana yang dipunya federasi, yang membuat gaji karyawan tertunggak sampai beberapa bulan.

Kegaduhan pada asosiasi sepak bola Argentina dirasa turut terlibat dalam pilihan mundur yang putuskan Lionel Messi beberapa bulan lalu, dilihat dari ketidak berhasilan pada Copa America dan Piala Dunia.

La Pulga sempat menyampaikan komentarnya pada Federasi ketika berada di Amerika Serikat untuk bermain di Copa America 2015. AFA dikatakannya kurang terorganisasi, dan memberikan fasilistas yang tidak layak bagi pemain.

Edinson Cavani Menjadi Sosok Andalan PSG

Bila Zlatan Ibrahimovic teka dalam kesulitan mencetak gol untuk klubnya sekarang ini, The Red Devils(MU), maka kebalikannya pada sosok pemain PSG yakni Edinson Cavani. Paris Saint Germain tengah bertumpu padanya.

Edinson Cavani pada akhir minggu lalu kembali memasukkan gol bagi skuad PSG ketika unggul dengan skor 1-0 yang tampil di markas Lille. Ini merupakan gol ke sepuluhnya pada Ligue pertama tahun ini, yang membuatnya bearada pada posisi teratas untuk daftar peraih skor terbanyak sementara.

Dari sebelas laga, Paris Saint Germain  sekarang ini menduduki posisi urutan ke-3 klasemen berada di bawah Nice dan juga AS Monaco. Armada Unai Emery sudah mendapati dua puluh  gol, artinya 1/2nya dicatatkan oleh Cavani.

“Kami perluh gelandang-gelandang lain untuk memasukkan banyak gol, tak hanya Cavani. Mereka tahu betul mengenai hal tersebut,” ucap Emery beberapa waktu yang lalu.

Betul, Cavani memang tengah mengalami peningkatan  di Paris Saint Germain. Bila dijumlah, sudah empat belas gol dicatatkan bomber manca negara Uruguay tersebut dalam dua belas laga di setiap kompetisi tahun ini.

Selama 3 tahun belakangan, keberadaan Edinson Cavani kerap kali di bawah banyangan sosok Ibra, yang memang diposisikan selaku striker inti dalam skema 1 penyerang di jaman kepelatihan Laurent Blanc. Walau begitu, di setiap taunnya  pesepak bola yang kini berumur 29 tahun tersebut dapat memasukan gol paling sedikit 25 gol di setiap kompetisi yang dimankannya.

Tahun (pertandingan/liga) Bermain  Gol
2013-14   30  16
2014-15   35  18
2015-16   32  19
2016-17   9  10

“Aturan kami memang tak menjadikan Cavani bebas dalam menunjukkan kemampuan dirinya  pada angka 11%,” ucap Blanc di tahun lalu.

Akan tetapi sekarang Cavani telah kembali pada pos yang sesungguhnya, dan dirinya memperlihatkan setangguh apa dirinya.

Di sisi yang lain, Ibra malah tengah kerisis gol bersama skuad anyarnya.

Pemain Belia Ini Jalani Karier Pertama di Timnas Senior

Mustafa Kapi menjadi pusat perhatian usai dirinya membuat karier pertama untuk skuad senior yakni Galatasaray di umur yang tergolong muda yakni 14 tahun. Kala itu Mustafa membuat karier pertamanya pada pertandingan Galatasaray kontra Levski Sofia dalam pertandingan persahabatan, yang digelar pada hari Sabtu, tanggal 8 oktober 2016 waktu setempat.

Seperti yang diberitakan lewat media, bahwasannya Mustafa Kapi bergabung pada saat laga yang hanya memiliki sisa waktu 2 menit dan pada akhirnya Galatasaray berhasil unggul atas skor 2-0 dan keluar selaku juara. Walau pada saat pertandingan berlangsung tidak banyak mendapati bola, Mustafa Kapi nyatanya tetap menikmati karier pertamanya ini.

Dia juaga mengucapakan rasa terimakasih terhadap juru taktik Galatasaray, bernama Jan Olde Riekerink yang sudah memberikannya izin menjalani karier pertama di skuad senior.

Mustafa Kapi yang lahir ditahun 2002 tersebut dan pada bulan Agustus kemarin diagenap  memasuki umur 14 tahun. Kapi tentunya merupakan anak didik dari akademi Galatasaray dan telah menuntut ilmu di sana dengan jarak waktu selama tiga musim.

“Ini merupakan hari yang istimewa untuk saya. Saya mau mengucapkan terima kasih terhadap guru, pelatih, dan pembimbing yang lain. Saya merupaya mengenakan seragam ini dan saya sukses. Saya amat bersemangat pada saat masuk menuju lapangan,” ucap Mustafa.

Yang diperbuat Kapi tersebut berada unggul dengan apa yang sudah dilakuakan Karamoko Dembele bersama dengan Glasgow Celtic. Dembele menjalani karier pertama pada skuad U-20 Celtic pada umur 13 tahun.

Kondisi Memprihatinkan Mantan Penyarang Skuad Kroasia

Ivan Klasnic, merupakan salah satu penyerang yang sempat prkuat skuad Bolton Wanderes saat masih bermain pada Liga Primer Inggris, saat ini dirinya sedang mengalami kondisi yang memprihatinkan. Pesepak bola yang berasal dari Kroasia tersebut sekaran sekarang mesti mempertaruhkan nyawanya setelah tersekena penyakit gagal ginjal.

Seperti disampaikan oelh salah satu sumber, bahwasannya Klasnic sebenarnya sudah menjalani melakukan pencangkokan 2 ginjal, yang bersumber dari ayah dan ibunya. Namun, tubuh eks pesepak bola Werder Bremen ini tak mau menerima organ tubuh tersebut.

Kedua orang tua Klasnic rela mendonorkan ginjal mereka, namun ironisnya proses tak berjalan dengan apa yang diharapkan sebab terjadi penolakan pada tubuh Klasnic. Saat ini, tim medis sedang berupaya melakukan pencangkokan ke 3 bagi pria yang kini berumur 36 tahun tersebut.

Masa depan Klasnic kini bergantung pada kesuksesan dalam menjalani pencangkokan ginjal ke 3 pada tubuhnya. Seama 3 kali dalam se minggu, Klasnic pun mesti mendatangi RS lokal untuk melakukan pengecekan secara berkala.

Di sisi lain juga, Klasnic pun mesti mengurusi anak perempuannya, bernama Fabianna, yang masih meninjak usia Sembilan tahun. Klasnic selalu menjemput anaknya itu ketika jam pulang sekolah, sampai-sampai pesepak bola yang terakhir berkerja bagi Mainz ini pun menyipi makanan bagi anak  kesayangannya ini.

“Semuanya mesti nampak seperti biasa bagi dirinya. Dirinya mengetahui bahwa saya tengah sakit dan perlu secara rutin pergi ke rumah sakit, namun dirinya tak tahu kenapa. Saya tak mau dirinya merasa takut,” ucap Klasnic.

Vardy Enggan Bertukar Kostum Pemain Barcelona

Salah satu penyerang Leicester City, yakni Jamie Vardy, mempunyai cerita unik dengan striker  gacoan FC Barcelona, bernama Luis Suarez. Kisah ini berlangsung ketika The Foxes dan FC Barcelona melakoni serangkaian tur pramusim.

2 skuad tersebut saling bertemu yang berlokasi di Friends Arena pada pergelaran International Champions Cup atau dengan sebutan ICC, pada tamggal 4/8/2016 lalu. Laga tersebut dijuarai oleh FC Barcelona yakni dengan skor akhir 4-2.

Usai laga, biasanya semua pesepak bola akan bertukar kostum. Hal tersebut dilakukan pula oleh pesepak bola The Foxes yang mau memperoleh jersey para bintang FC Barcelona, diantaranya Suarez, Sergio Busquets, atau Lionel Messi.

Akan tetapi, Vardy tak ingi menukar kostumnya dengan kostum pesepak bola FC Barcelona. dikarenakan, penyerang yang beimur 29 tahun tersebut menyadari akan berebut dengan teman satu timnya.

“Bertukar kostum ini amat bermacam-macam. Pada saat kami bertanding kontra FC Barcelona, saya mengetahui para gelandan akan berupaya memperoleh kostum bintang FC Barcelona. Oleh sebab itu, saya lebih memilih untuk tak meminta siapa-siapa (pesepak bola FC Barcelona) untuk bertukaran kostum dengan saya,” ucapnya, disampaikan dari salah satu sumber.

Akan tetapi ketika jeda laga, saat sebelum Vardy diganti, Suarez menghampirinya dan meminta jersey milik striker tim nasional Inggris tersebut. Suarez terlihat kagum dengan Vardy yang bisa mencetak 24 gol pada musim lalu.

“Ketika babak pertama berakhir, Jamie Suarez menghampiri saya dan dirinya menakan apakah bertukar kostum miliknya.”

‘Pogba Membawa Banyak Arloji Mahal Ke Juve’

Mempunyai waktu senggang pada pertengahan minggu kemarin, Paul Pogba meluangkan waktu diri mendatangi klub terdahulunya, yakni Juventus. Dia kembali dengan adanya makasud untuk mengambil sejumlah barang yang masih berada di lemarinya yang mana lemari tersebut berada di tempat latihan.

Akan tetapi, nyatanya Paul Pogba tak pulang dengan tangan kosong. Dirinya dengan sengaja menenteng oleh-oleh yang spesial.

Salah satu media Italia mengabarkan, bahwa Paul Pogba membawa sejumlah arloji mahal, yang dipercaya merek jam tersebut adalah Rolex. arloji ini bakal diberikan terhadap semua eks teman satu timnya, karyawan pelatih, dan juga bos skuat.

Hal tersebut adalah bentuk rasa terima kasih Paul Pogba terhadap klub yang yang mempunyai peran dalam membesarkan namanya, sampai dengan saat ini sebagai pesepak bola paling mahal di dunia.

Selaku bintang yang berasal dari Prancis ini diketahui berkerja sama dengan skuat Setan Merah(MU) di awal tahun 2016 ini yakni dengan biaya tebusan sebesar 110.000.000 euro.

Pada saat ditanya terkait hadiah mahal dari Paul Pogba, selaku bos Umum, bernama Beppe Marotta, menyangkal sudah menerimanya. Dirinya pun sempat mengingatkan bahwasannya pemain dengan postur tubuh tinggi itu tak perlu merasa bahwa adanya hutang budi pada Juventus.

“Apa Paul Pogba memberikan hadiah bagi tim? Saya tak mendapat apa apa. Dirinya bebas berbuat apa saja dengan uang yang dirinya punya, namun dirinya tak ada hutang apa apa terhadap kami. Selama ini kami turut merasa genbira atas apa yang suda dirinya capai,” ucap Marotta.

Bangku Cadangan Full, Mourinho Duduk Di Bangku Plastik

Jose Mourinho mengawali masa kariernya dengan menukangi klub Setan Merah (juluknan Manchester United) kala berada di stadion Old Trafford ketika menjalani pertandingan amal bagi Wayne Rooney kontra Everton,hari Rabu, tanggal 3 agustus 2016. Semestinya, pertandingan  ini berjalan dengan spesial bagi Jose Mourinho.

Ironis, dirinya mesti menyaksikan aramadanya tengah mengalami kesulitan untuk memasukkan gol sebab laga berakhir dengan skor 0-0. Yang menariknya, Jose Mourinho pun ikut menyaksikan laga dengan menggunakan kursi plastik.

Hal tersebut mau tak mau dilakoninya bersama dengan karyawan pelatih Rui Faria, yakni Silvino Louro dan Ricardo Formosinho sebab kursi cadangan pesepakbola sudah full. Ada dua belas pesepakbola cadangan yang tengah duduk di bangku tersebut.

Seperti disampaikan oleh salah satu sumber, bahwasannya Jose Mourinho sesekali terlihat bangkit berdiri kearah pojok lapangan dalam memberi pengarahan terhadap para pemain. Setelah laga, Jose Mourinho tidak mau berkomentar terkait peristiwa ketika dirinya mesti duduk di bangku yang terbuat dari plastik itu.

“Ini pertandingan untuk Wayne Rooney dan penggemar. Pertandingan tersebut dalam rangka memberi dalam bentuk penghargaan terhadap pesepakbola yang bermain dengan sangat luar biasa pada klub,” kata Mourinho.

“Tahun dimana Wayne Rooney masuk di Manchester United adalah tahun dimana diri saya untuk yang perdana tiba menuju Inggris. maka, saya kerap memperhatikan dirinya, semua mengetahui bahwasannya dia merupakan sosok pesepakbola yang selalu mau saya bawa.”

“Pada akhirnya saya bisa menghadirkan Wayne Rooney dan saya memperoleh dirinya pada klub yang dikaguminya. Klub yang mana dirinya lakoni musim-musim terbaik,” ucap manajer yang berasal dari Portugal ini, melanjutkan.

Mourinho dengan terpaksa menukar Wayne Rooney pada pertandingan amal kemarin. Hal tersebut dilakukannya dengan tujuan menjaga kondisi kesehatan pesepakbolanya jelang pertandingan Community Shield kontra Leicester City, hari Minggu, tanggal 7 agustus 2016.