Belum Cetak Gol, Diduga Kane Keletihan?”

Harry Kane menyangkal bahwa adanya tudingan yang menyebut bahwa dirinya tengah mengalami keletihan dengan begitu masih belum terciptanya gol pada kompetisi Piala Eropa 2016. Selaku penyerang dari tim nasional Inggris tersebut mengungkapkan bahwa dirinya bugar 100 persen.

Kane hadir menuju kompetisi Piala Eropa 2016 dengan torehan yang baik. Dirinya sebagai penyadang sekor terbanyak pada Premier League tahun lalu usai memasukkan sebanyak 25 gol bagi Tottenham Hotspur.

Oleh sebab itu, menjadi hal yang rumlah apabila Kane pada akhirnya menjadi pemain andalan Inggris dalam memasukkan gol pada pertandingan Piala Eropa 2016. namun, dirinya selama ini belum memenuhi apa yang telah menjadi harapannya tersebut.

Pada 3 laga tiga di babak grup Piala Eropa 2016, Kane tidak mencatatkan satu gol sama sekali. Dirinya membuat 8 kali upaya dalam memasukkan gol dan Cuma 1 yang on target.
Tak berhasilnya Kanedalam melahirkan gol mencuatkan anggapan bahwa dirinya telah “kehabisan tenaga” usai melakoni tahun yang panjang bersama dengan klubnya. namun, Kane menepis anggapan tersebut.

“Saya tak merasa capek. Saya sebelumnya sudah pernah melakukan pertandingan semacam ini,” ucap Kane.

“Pada musim lalu tidak sedikit orang yang menyatakan hal yang serupa pada saat saya tengah memperkuat tim nasional Inggris U-21,” ungkap penyerang yang saat ini berusia 22 tahun itu.

“Saya seratus persen bugar, saya merasa bahwa diri saya masih bersemangat, saya juga merasa siaga. apabila saya diturunkan, saya akan menampilkan 1105,” ucap Kane.

Inggris dijadwalkan akan bertanding melawan Islandia pada fase 16 besar kompetisi Piala Eropa 2016 yang dilangsungkan di Nice, hari Senin, tanggal 27 juni 2016 mendatang.

Komentar Membuat De Gea Lebih Mengkoreksi Diri

Performa David De Gea ketika Spanyol berhasil dikalahkan atas Kroasia kala itu memperoleh komentar. Hal tersebut dikatakan oleh De Gea sebagai penyemangat supaya nantinya dapat bermain lebih baik.

Spanyol ditaklukan yakni dengan perolehan skor 1-2 ketika bertanding melawan Kroasia. Kala itu sempat berada pada posisi unggul pada tahap awal atas gol yang dilahirkan dari Alvaro Morata pada menit ke-7, mereka yang pada akhirannya gagal setelah gawang David De Gea dijebol oleh Ivan Perisic dan juga Nicola Kalinic.

Sebagai gol penyeimbang posisi yang diduduki Kroasia atas pertandingan yang diadakan di Stade de Bordeaux, hari Rabu, tanggal 22 juni 2016, dihasilkan oleh Kalinic yakni atas tendangan jarak dekat yang dilakukan dengan tumitnya. Disamping itu gol Perisic dicatatkan melalui aksi 1 srendangan yang kala itu berasal dari dalam kotak penalti mengarah ke bagian tiang dekat gawang Spanyol.

Performa De Gea pada pertandingan tersebut mendapatkan sebuah pembelaan yang berasal  dari sang pelatih Spanyol, bernama Vicente del Bosque. Penjaga gawang yang kini tengah membela klub Inggris, The Red Devils, hal tersebut terkait komentar atas performa pada laga kontra Kroasia tersebut dipandangnya sebuah hal yang baik.

“Cuma mereka yang menyia-nyiakan cita-citanya, orang-orang yang telah menyatakan kalah –terima kasih atas komentar Anda. Hal tersebut betul-betul memberi rasa semangat saya agarselalu berusaha dan berjuang,” ucap De Gea di Marca.

Spanyol saat ini masih terdapat salah satu kiper luar biasa pada timnya. Mereka belum menurunkan  Iker Casillas pada ajang kompetisi Piala Eropa saat ini.

Kroasia Enggan Bertemu Italia

Kroasia merai kejuaraan yang mencengangkan dari Spanyol yakni dengan perolehan skor 2-1. Pemain Kroasia bernama Mateo Kovacic sempat mengungkapkan bahwa skuatnya unggul sebab tak mau berharap bertemu dengan Italia lebih dulu.

Menjalani laga kualifikasi terakhir pada Grup D yang dihelat di Bordeaux, pada hari Rabu, tanggal 22 juni 2016 dinihari WIB, kala itu Kroasia kembali untuk menundukkan sang juara bertahan. Alvaro Morata berhasil dengan menghantarkan La Roja menang cepat yakni pada menit ke 7.

Dari gol yang dihasilkan Kroasia sebagai gol penyama baru dihadirkan pada saat akhir fase pertama melalui aksi dari sontekan Nikola Kalinic. Pada Posisi s 1-1 masih terlus berlangsung selama hampir babak ke 2 sebelum aksi gol yang diciptakan Ivan Perisic dalam menghantarkan Kroasia dengan memutar posisi kedudukan, 3 menit sebelum akhirnya waktu yang ditetapkan habis.

Sebenarnya, Kroasia Cuma membutuhkan kedudukan seri saja agar dapat lolos menuju fase 16 besar. Akan tetapi, predikat pemenang  grup begitu utama dengan tujuan tak bertemu dengan pesaing berat pada babak pertama.

Hal tersebut yang tengah dilakoni Kroasia. skuat Ante Cacic berada pada posisi puncak grup dengan torehan sebanyak 7 poin, yakni menang 1 poin atas Spanyol.  Kala itu Kroasia mendapat jalan yang tergolong cukup mudah sebab ‘Cuma’ dipertemukan dengan posisi ke 3 pada Grup B, Grup E, atau Grup F.

Disamping itu, Spanyol melewati hal terburuk sebab menjadi runner-up. Skuat asuhan dari Vicente del Bosque itu secara langsung bertanding melawan Italia, yang akhir-akhir ini menunjukkan penampilan yang luar biasa.

“Kami memasukkan gol untuk yang ke 2 kalinya dengan tujuan kami dapat terhindar kontra Italia,” ucap Kovacicterhadap Sky Sports.

“Italia merupakan tim yang kuat, namun kami pun mempunyai kemampuan yang sangat baik,” ungkap gelandang Real Madrid tersebut.

Menjawab Celaan CR7, Sigurdsson: Betul, Negara Kami Minim

CR7 melecehkan Islandia usai dari masing-masing tim mendapati skor sama yakni 1-1. pihak Islandia menanggapinya dengan santai.

Pada pertandingn tersebut yang berlangsung Di stadion Stade Geoffroy-Guichard(Saint-Étienne) hari Rabu, tamggal 15 juni 2016 dinihari WIB, Luis Nani menjadikan Portugal menang pada tahap awal pada menit 31 pada saat sebelum Birkir Bjarnason mensusul Islandia setelah 5 menit menjelang fase ke 2.

Setelah laga, kala itu CR7 sempat mengeluarkan perkataan dengan nada melecehkan terhadap Islandia, yang untuk pertama kalinya bermain pada pergelaran besar. “Ini merupakan malam keberuntungan untuk mereka,” ucapnya seperti yangdisampaikan dari ESPN.

“Dari aksi mereka dalam menyambut kesenangan pada akhir pertandingan, saya rasa mereka telah memenangi Piala Eropa. Mereka tidak berupaya bermain sepakbola dan hanya mengandalkan pertahanan. Hal tersebutlah, fikir saya, menunjukkan karekter (skuat) yang minim,” ucap Ronaldo.

Celaan tersebut pada akhirnya mendapat balasan dari Gylfi Sigurdsson, pemain Islandia yakni berasal dari klub Swansea City. “Benar, kami merupakan sebuah negara yang minimkan?” ucap Gylfi Sigurdsson sambil melemparkan senyum, mengarah negaranya yang hanya berpenduduki 330.000 jiwa.

Portugal mencatat dalam mendominasi bola sebesar 72 persen, dan unggul dengan total tendangan ke arah gawang sebanyak 26 banding 4, namun tak sanggup memanfaatkannya secara lebih hal itu dengan Islandia yang kala itu bermain dengan sekuat tenaga selama laga tesebut.

Keinginan kuat Islandia untuk terus berusaha dalam memperoleh poin tersebut sampai-sampai sudah gambar semenjak waktu awal pada saat Aron Gunnarsson bersaing sengit dengan CR7. Gunnarsson, diketahui mempunyai nama baik selaku gelandang yang berbahaya dengan menangani serangan keras pada klub Cardiff City, dirinya juga pernah  2 kali menangani Nani yang cukup keras pada fase 1.

“Itulah metodi kami dalam tampil dilapangan. Kami tidak akan menghadirkan sebuah laga yang ringan bagi siapa saja,” ujar Sigurdsson.

Gelandang Islandia yang lain, yakni Kari Arnason, juga menambahkan. “Sebelum kami kami pun telah mengatakan akan menggempur mereka secara keras. Dan kami tidak memberi mereka peluang sekecil apapun.”.

Teriakan Tak Henti Pendukung Albania Ditujukan Ke Behrami

Adanya kisah unik dari laga Swiss kontra Albania yang dilangsungkan malam tadi terjadinya teriakan yang tidak berhenti-henti dari pendukung Albania bagi gelandang Swiss, bernama Valon Behrami.

Kerap kali setiap mendapati bola, Berhami mendapati sorakan ‘Hhuu…’ serta  siulan dari supporter Albania. Apa yang menyebabkan mereka tidak senang dengan gelandang ini?

Behrami merupakanbukan  gelandang yang beradarah asli dari Swiss. Kedua orangtua serta familynya merupakan asal dari Albania dan tempat tinggalnya berada di Kosovo, kala itu sebelum hijrah ke Swiss pada saat Behrami berusia masih kecil. mulai dari situlah menitih cita-citanya sebagai pesepakbola.

Lugano merupakan klub berpengalaman dan sebagai klub perdana bagi Behrami, yang kala itu mengajaknya bergabung ketika Behrami berusia 17 tahun. Mulai saat itulah dirinya berubah-ubah tempat, seperti Genoa, Napoli, Verona, West Ham, Lazio,Fiorentina, Hamburg, dan untuk yang sekarang ini dirinya tengah berada di Watford.

“Saya merasa gembira karena dapat memperkuat Swiss. Saya mau berbalas budi terhadap negara ini yakni dari sikap mereka untuk keluarga saya,” ujar Behrami.

Dirinya juga sempat diberi ditanya apakah nantinya akan menggelar pesta perayaan jika Swiss berduel kontra Albania dan dirinya sukses memasukkan gol menuju gawang negara yang bersejarah baginya itu.

“Hal tersebut sudah pasti. Menggelar pesta gol merupakan suatu bagian di olahraga ini. apabila saya sukses memasukkan gol, diri saya akan membuat perayaan. Saya mau sepakbola merupakan hal yang mengembirakan untuk saya.”

Mungkin saja atas perkataannya tersebut yang menjadikan Behrami mendapati teriakan yang paling sering pada laga tadi malam ( tanggal 11 juni 2016), apabila di tim Swiss ada 4 gelandang lain yang merupakan asli keturunan Albania, diantaranya  Shani Tarashaj, Granit Xhaka, Xherdan Shaqiri, dan Blerim Dzemaili.

Tak Mau Ambil Resiko, Boateng Enggan Bawa Family Ke Prancis

Jerome Boateng mau berkonsentrasi sepenuhnya dalam melakoni Piala Eropa. Oleh sebab itu, Boateng tidak akan membawa family nya datang ke Prancis. Disamping itu dari faktor keselamatan menjadi pemicu utamanya.

Kala itu adanya pemberitaan bahwa Prancis menjadi target teror di bulan November tahun 2015 lalu. Sederet terror yang ada kota Paris ditambah lagi dengan terjadinya sebuah ledakan bom yang kala itu berada dekat dengan Stade de France yang mengakibatkan adanya korban jiwa sebanyak 130 jiwa. Ketika itu, Boateng sendiri menjadi salah satu bagian di tim nasional Jerman yang tengah menjalani  pertandinagn persahabatan kontra Prancis yang bertempat di Stade de France.

Dari aksi terror itu menambahkan keamanan pihak Prancis pada ajang  Piala Eropa tahun 2016. Dari segi Keamanan yang sangat amat ketat diterjunkan demi menjaga ajang kompetisi tersebut berjalan lancar.

Walau begitu, Boateng tidak mau beresiko. Tidak mau dihantui rasa tidak tenan, pemain yang merupakan bek Jerman tersebut tidak akan mengajak istri dan anak kembarnya menuju Prancis.

“Dari masing-masing orang mesti membuat suatu keputusan bagi dirinya sendiri dalam menanggulangi ini. Saya telah menjalankannya,” ucap Boateng terhadap Sport Bild Weekly seperti yang disampaikan  dari Sky Sports.

“Family serta anak-anak saya tak akan ikut ke stadion. Dampaknya amat  besar. Tentu merasa sedih jika mendapati ungkapan semacam ini. Namaun begitu  banyak hal yang terjadi yakni beberapa hari belakangan ini yang menjadikan seseorang untuk berfikir berulang kali.”

Kala itu Jerman yang masuk pada Grup C akan mengawali  karirnya pada ajang Piala Eropa yakni dengan bertanding melawan Ukraina yang jatuh pada pada tanggal 12/6/2016. 4 hari berjalan, Die Mannschaft akan comeback menuju Stade de France kontra Polandia.

Ini yang menjadi alasan Antonio menghapus nama Pirlo.

Andrea Pirlo meyakini bahwa Antonio Conte tak mencantumkan namanya ke dalam susunan nama pada skuat menuju Piala Eropa tahun 2016 dikarenakan adanya satu alasan. Akan tetapi dirinya belum perasa patah semangat dalam mempertahankan Gli Azzurri yang ada di Prancis pada musim panas nanti.

Tak lolosnya nama Pirlo pada skuat sementara Antonio Conte tentunya membuat Pirlo merasa terkejut. Dikarenakan, dirinya adalah salah seorang gelandang yang kompeten pada saat sebelumnya berada di Tim Nasional.

Dari jumlah yang dikumpulkan oleh Pirlo yakni sebanyak tiga belas gol dari 116 laga. Dirinya pula sebagai gelandang kunci ketika Italia ditunjuk sebagai  juara dunia pada tahun 2006.

“Ketika salah seorang hijrah menuju Amerika Serikat lalu dirinya harus mengetahui apabila terjadi hal yang tidak diinginkan. Dan diri saya menyaksikan penghapusan nama saya termasuk dari hal tersebut,” ucap Pirlo seperti  yang sudah disampaikan Gazzetta World.

“Begitu nyata apabila salah seorang gelandang tampil di Belgia atau pada liga lain yang kemampuannya lebih minim dan masih mempunyai kesempatan untuk bermain pada kompetisi  Liga Champions atau pada Liga Europa. Maka hal itulah yang membedakan apabila tampil di MLS,” ucap Pirlo.

Walau begitu Pirlo tak menyesalkan atas keputusannya untuk hengkang dan menuju New York City pada tahu lalu. Gelandang yang diketahui berumur 37 tahun tersebut masih mempunyai secercah peluang untuk dipanggil menuju Tim Nasional.

“Dari daftar nama yang disampaikan oleh Conte belum sampai tuntas. Gelandang yang masih bertanding pun belum dipanggil. Saya dan juga Sebastian Giovinco (Toronto FC) tetap terus percaya adanya peluang untuk dipanggil,” ucapnya.

Platini Mengaku Tersiksa Tidak Bisa Hadir Di Dunia Sepakbola Lagi

Keputusan FIFA yang menjatuhkan hukuman selama 6 tahun dan larangan kepada Michel Platini untuk turut ikut campur dalam seputar sepakbola. Platini yang baru saja beberapa bulan menjalani masa hukumannya ini mengaku sudah tidak tahan dan menderita karena dirinya sangat susah meninggalkan dunia sepakbola yang ada disekitarnya. Hukuman ini diberikan kepada Platini setelah bukti-bukti sudah terkumpulkan bahwa Platini ikut dalam melakukan penyuapan dan juga kasus korupsi.

Mantan Presiden UEFA ini sebenarnya sudah mendapatkan keringanan dari apa yang seharusnya di dapatkannya sekarang.  FIFA tercatat sebelumnya ingin memberikan masa hukuman selama 8 tahun lamanya kepada Platini agar memberikan efek jera yang permanen , namun pihak kuasa hukum Platini mengajukan banding dan keringanan hukuman sehingga diputuskan mendapatkan keringanan 2 tahun hukuman penjara menjadi 6 tahun saja.

Saya juga ikut turut ikut serta dalam perancangan kompetisi Piala Eropa 2016 ini namun saya dilarang mendekati atau hadir di saat pertandingan kompetisi yang saya rancang itu merupakan hal yang tidak masuk akal,ucap PLatini. Platini yang berteman baik dengan mantan Presiden FIFA , Sepp Blatter ini memberikan wacana bahwa ada beberapa orang petinggi yang tidak menyukai kami sehingga menjatuhkan kami dengan cara seperti ini,ucapnya.

Arsene Wenger Ingin Jack Wilshere Bermain Untuk Inggris

Tidak dipanggilnya Jack Wilshere kedalam daftar pemain yang membela tim nasional Inggris ini memancing Arsene Wenger untuk memberikan komentarnya. Arsene Wenger mempertanyakan bagaimana penilaian seorang Roy Hodgson yang melatih timnas Inggris , memang baru-baru ini Jack Wilshere baru saja sembuh dari cidera seriusnya. Saya berharap Roy Hodgson memberikan 1 bangku pemain timnas untuk Wilshere , karena dia adalah pemain yang hebat dan ketika dia sudah kembali sehat 100% nanti saya ingin melihatnya bermain untuk Inggris,ucap Wenger.

Jack Wilshere yang mengalami cidera patah kaki ini hampir melewatkan 1 musim ini tanpa bermain sekalipun bersama Arsenal. Wenger akan memberikan latihan ringan dan beberapa terapi yang akan membuat Jack Wilshere lebih cepat dalam pemulihan kondisi fisiknya. Tidak bermain hampir selama satu musim akan membuat tubuh anda kaget jika harus langsung melakukan latihan berat, khusus untuk Wilshere saya berikan porsi latihan spesial,ucap Wenger.

Arsene Wenger sangat berharap pemain andalannya ini dapat muncul bersama Inggris di kompetisi Piala Eropa 2016. Wenger juga menilai mental seorang Jack Wilshere masih belum muncul sepenuhnya , maka dari itu segala upaya akan  dicoba termasuk membicarakannya dengan Roy Hodgson untuk memasukan Jack Wilshere.