Allegri Sanjung Performa Striker Muda Marko Pjaca

Manager pada skuat Juventus, yakni Massimiliano Allegri menyanjung striker muda Marko Pjaca yang dirasanya telah meningkat jauh sedari hadir dari klub Kroasia Dinamo Zagreb pada musim panas lalu. Selaku pesepak bola muda bakat Pjaca telah dapat bercampur dengan ciri Juventus.

Pesepak bola berusia 21 tahun ini baru saja memasukan gol pertamanya bagi klub pada kompetisi Liga Champions, ketika Juve menundukan FC Porto dengan skor 2-0 pada hari Kamis, tanggal 23 Februari 2017 dinihari WIB. Pjaca hadir dari kursi pelapis dan mengawali kemenangan pada saat masuk di menit 72.

“Saya telah menyaksikan dari hari Sabtu apabila dirinya telah merubah sikapnya dan dia mengerti ada sejumjah hal yang tidak cukup untuk hanya diturunkan bermain pada sepak bola Italia,” ucap Allegri disampaikan  lewat salah satu media.

Allegri pun menyampaikan bahwasannya mengasuh peepak bola muda bagai Pjaca memang perlu kesabaran. Luusan Lokomotiva Zagreb ini mempunyai potensi, cara serta kecepatan yang harus maksimalkan sesuai apa yang diperlukan skuat seperti yang diperlihatkan pada fase 16 besar –Liga Champions.

Juve sanggup menngawasi penampilannya sampai dengan pertandingan berkhir. Disamping itu skuat tuan rumah Porto tengah ada di bawah tekanan sedari kartu merah yang di dapat oleh bek  sayap yaitu Alex Telles ketika masuk dimenit 27.

“Ia masih muda disisi lain kami membutuhkan kesabaran pada pesepak bola muda,” ujar Allegri.

“Skuat ini tampil dengan ciri khasnya dan kami cuma tertekan dalam 5 menit, selanjutnya mengawasi permainan, baik ketika sebelas kontra sebelas atau sebelas kontra sepuluh. Barusan dapat 3-0, namun tak jadi soal,” ujarnya.

Madrid Juara.. Ramos Justru Kritik Kegagalan Barca

Pesepak bola yang merupakan kapten pada skuat Real Madrid, yakni Sergio Ramos, mengatakan bahwa dirinya gembira atas kegagalan yang dialami FC Barcelona dalam pertandingan fase 16 besar– Liga Champions.

Barca ditundukkan PSG(Paris Saint-Germain) atas skor telak 4-0 pada laga yang dihelat di Stadion Parc des Princes, hari Selasa, tanggal14 Februari 2017. 2 gol Les Parisien(sebutan Paris Saint-Germain, diboyong oleh Angel Di Maria. Lalu gol sisanya dihasilkan oleh Edinson Cavani dan Julian Draxler.

Tersebut merupakan kegagalan yang sangat telak yang sempat dialami FC Barcelona selama mengikuti pada pertandingan pada level tertinggi Eropa.

Sebgai pesaing, Ramos juga mengamini derita yang dirasakan oleh skuat FC Barcelona.

“Saya tak bakal untuk menyatakan tidak. Saya pasti tak senang bia menyaksikan rekan-rekan saya di FC Barcelona menderita. Tetap saja saya tak suka bahwaannya FC Barcelona juara,” ucap Ramos.

“Tak ada perasaan kaget. Dari laga tersebut, kita dapat menyaksikan bahwasannya setiap skuat mesti membayar mahal performa yang kurang bagusnya,” ujar pesepak bola Timnas Spanyol ini.

Seakan bertolak belakang dengan FC Barcelona, El Real malah melakukan perayaan 1 hari setelahnya atau pada hari Rabu, tanggal 15 Februari 2017.

Armada Zinedine Zidane membuka cela menuju babak perempat final usai unggul atas skor 3-1 lawan Napoli dalam laga yang dihelat di Stadion Santiago Bernabeu.

3 gol El Real besumber dari cetakan  3 pesepak bolanya yakni Toni Kroos, Casemiro dan Karim Benzema. Napoli hanya melakukan aksi balasannya melalui cetakan gol yang dilakukan oleh Lorenzo Insigne.

Kala itu Ramos tak dapat menyelesaikan agar tersebut sebab mengalami cedera kaki. dan hasilnya, dirinya ditukar dengan Pepe ketika masuk di menit 71.

“Saya mengalami benturan. Ada rasa nyeri pada bagian otot aduktor serta pinggul. Mudah-mudahan tak ada hal yang serius,” ucap Ramos.

“Kontra Blaugrana, The Foxes Bisa Dapati Hasil Baik”

Pelatih Everton, bernama Ronald Koeman, percaya bahwasannya The Foxes sanggup memperoleh hasil yang baik di Barcelona pada fase terusan kompetisi Liga Champions, hari Rabu, tanggal 19 oktober 2016.

Akan tetapi, dia pun mewanti-wanti armada Pep Guardiola terseut bakal mememperoleh sanksi bila mereka memberikan FC Barcelona kesempatan untuk meningkatkan potensi permainan.

Man City tampil seri yakni dengan skor akhir 1-1 ketika bertandingan kontra Everton pada fase terusan Premier League, hari Sabtu, tanggal 15 oktober 2016.

Hasil itu memperlama atas tak adanyanya keunggulan bagi Manchester City dalam 3 laga beruntun jelang kontra FC Barcelona pada kompetisi Liga Champions.

Walau begitu, Koeman berfikir armada Pep amat baik dan bisa memperoleh keunggulan dari juara La Liga ini, asalkan tetap berhati-hati.

“Saya rasa The Foxes amat tangguh selaku skuad demi memperoleh hasil yang bagus di Blaugrana. Namun, Anda tampil kontra  Neymar, Luis Suarez, dan Lionel Messi. Mereka bakal memasukkan dari 1 peluang,” ucap sang juru taktik yang berasal dari  Belanda tersebut, mengarah terhadap pesepak bola berbahaya FC Barcelona.

“Bila memperoleh 4 kesempatan, mereka bakal memasukkan 3 gol, saya rasa. Kemampuan FC Barcelona amat besar,” ucapnya.

Koeman, yang kala itu amat tampil demi FC Barcelona mendapati sederet trofi, menatapke depan untuk laga yang jatuh pada hari Rabu ini.

Dirinya menyatakan, metode penampillan masing-masing ke 2 skuad bakal menjadikan jalannya laga semakin seru.

“Mereka pun bakal berupaya untuk banyak dalam mendominasi bola dan saya rasa hal tersebut merupakan strategi terbaik. Anda bakal melihat filosofi ke 2 skuad dan hal tersebut merupakan batasan yang amat besaar dari sepak bola,” ucapnya.

Pada tahap kualifikasi grup Liga Champions, FC Barcelonadan Manchester City berada pada pos Grup C dengan Borussia Moenchengladbach dan Glasgow Celtic.

Blaugrana berada pada posisi teratas klasemen dengan 2 kejuaraan, sementara The Foxes berada pada peringkat ke 2 dengan 1 kejuaraan dan 1 hasil seri.

Kontra Bayern, Carrasco Sebagai Penentu

Atletico Madrid sementara ini berada pada posisi puncak klasemen Grup D– Liga Champions dengan torehan yang cukup baik dari 2 laga. Mereka menang 3 pion atas kemenangan pertama grup ini, yakni Bayern Muenchen.

Atletico mendapati keunggulan dengan skor tipis yakni 1-0 kontra Bayern Muenchen dalam laga ke 2 Liga Champions, hari Rabu, tanggal 28 september 2016 atau lbih tepatnya hari Kamis kemari WIB. Gol yang dihasilkan Yannick Ferreira Carrasco sebagai pembeda pada perolehan akhir ke 2 skuat.

Dalam laga yang dilangsungkan di Stadion Vicente Calderon tersebut, sebetulnya Bayern bermain lebih mendominasi saat berlangsungnya pertandingan. pemenng Bundesliga tersebut berhasil mendominasi sebesar 63% dominannya terhadap bola.

Akan tetapi, Atletico Maadrid yang cuma mempunyai 37% bola sukses menghasilkan kesempatan lebih banyak. Terhitung, terdapat enam belas kali Assist dengan 5 tembakan on target dengan perbandingan tiga belas- 4 di antaranya tepat pada sasasal – milik Bayern Muenchen.

Skuat Tuan rumah unggul atas gol tunggal yang dihasilkan oleh wayang Carrasco dimenit ke 35. Pesepak bola yang berasal dari Belgia yang kini tengah menginjak usia 23 tahun tersebut sukses membawa bola yang berasal dari kotak tengah sebelum menundukkan Manuel Neuer dengan 1 tembakan kaki kiri.

Atletico Madrid mempunyai kesempatan untuk memperluas posisinya  lewat eksekutor penalti yang dilakukan Antoine Griezmann di menit 84. Penalti dilakukan dikarenakan Arturo Vidal telah melakukan pelanggaran terhadap Diego Godin. Akan tetapi, tendangan triker berumur 25 tahuntersebut mengenai tiang gawang.

Keunggulan ini semakin menunjukkkan bahwasannya Atletico Madrid lebih baik dibandingkan dengan Bayern. Ke 2 klub tersebut sebelumnya sempat bertanding pada tahap semifinal Liga Champions tahun 2015/16 yang sukses dijuarai oleh Los Colchoneros atas kemenangan gol tandang.

Hasil tersebut menjadikan Atletico Madrid sukses berada ada pos puncak klasemen Grup D yakni dengan raihan 6 angka, diikuti Bayern Muenchen dengan 3 poin. FC Rostov dan PSV Eindhoven yang tampil seri 2-2 dalam matchday ke 2, berada pada peringkar ke-3 dan ke-4.

Pep Kenang Momen Yang Tak Mungkin Jadi Mungkin

Selaku pelatih pada skuat Manchester City, yakni Pep Guardiola, meminta armadanya untuk tidak memandang sebelah mata Steaua Bucuresti ketika ke 2 skuat berjumpa pada laga play-off Liga Champions  yang dilangsungkan di Stadion Etihad, hari Rabu, tanggal 24 agustus 2016.

Man City hampir bakal masuk menuju pada babak tahap grup bila mendapat hasil perjumpaan pertama antara masing-masing skuat pada minggu lalu. tampil di Arena National, kala itu Manchester City unggul atas 5 gol tanpa adanya aksi balasan.

Akan tetapi, Guardiola meminta pada anak didiknya untuk tetap berkonsentrasi menjuari laga nanti. Dirinya tidak ingin menyelepekan lawan.

“Saya amat menghormati pihak rival dan saya mengetahui apa yang daapat terjadi pada sepak bola,” ucap Guardiola.

Guardiola menjelaskan contoh yang terlihat bahwasannya skuat yang telah hampir tak mungkin juara namun pada saat dapat membalikkan posisi. Pelatih yang berasal dari Spanyol ini meniru final Liga Champions tahun 2005 antara Liverpool dan AC Milan. pertandingan ini disebutnya ‘mukjizat Istanbul’.

Ketika itu pada pertandingan yang dilangsungkan di Ataturk Olympic–Istanbul, AC Milan telah menang atas skor 3-0 pada fase ke 1. Akan tetapi, The Reds sanggup bangkit dengan menyamai posisi kedudukan yakni 3-3 pada fase ke 2.

Pertandingan lalu berlangsung sampai dengan fase adu penalti. Adanya hal tak diduga pun dihasilkan. The Reds sebagai pemenang usai unggul pada fase adu penalti kontra AC Milan.

“Ketika itu, AC Milan dukung oleh banyak pesepak bola yang mempunyai pengalaman. Saya mengucapkan terhadap pesepak bola,’saya mengucapkan maaf namun kita belum ada pada kompetisi Liga Champions’. Kami tentu dapat tamoil dan mendapati kartu merah pada waktu sepuluh menit selanjutnya terjadilah penalti,” ucap Guardiola.

“Maka dapat saja kembali lagi ada pesepak bola mendapati kartu merah di sepuluh menit selanjutnya. Kami tentu diuntungkan namun tak boleh merasa bahwasannya ini telah usai,” tambahnya lagi.