Ibra Idola Gelandang MLS, Mengalahkan CR7 dan Messi

Zlatan Ibrahimovic yang merupakan sosok penyerang pada skuat MU (Manchester United) boleh kalah dari sosok 2 pemain ini Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi dalam persaingan pesepak bola terbaik. Akan tetapi, Ibra berada pada posisi paing atas dalam daftar pesepakbola favorit MLS (Major League Soccer)– AS (Amerika Serikat).

Menurut anaisi yang dilakukan pada 140 pesepak bola dari dua puluh satu skuat Major League Soccer, Ibra tercatat mendapat suara paling banyak yakni 22%. Lionel Messi berada pada peringkat ke-2 atas 20%, diikuti Cristiano Ronaldo dengan 17%.

Usai CR7(Cristiano Ronaldo), datang  Wayne Rooney dan Neymar dengan 6%. Selanjutnya hadir Andres Iniesta dan Javier Hernandez yang disuport 4% partisipan.

“Strategi Ibra tentu nilai lebih. Namun jati dirinya juga berwarna. Dirinya akan terkenal,” ucap salah 1 partisipan yang tak dikatakan jati dirinya, disampaikan lewat salah satu sumber.

Ibra bebas kontrak pada saat angkat kaki dari PSG(Paris Saint Germain) ketika musim panas lalu. Dirinya sempat berfikir ulang Major League Soccer sebelum menerima tawaran Manchester United.

Walau demikian, penyerang yang berasal dari Swedia tersebut tetap mempertimbangkan Major League Soccer menjadi salah 1 pilihan di masa yang akan datang. “Saya mau menundukan Amerika Serikat sepeti Eropa,” ucap Ibra.

Selama tiga puluh sembilan aksi yang dimainkan di semua laga, Ibra menghasilkan dua puluh enam gol untuk Manchester United. Dirinya sedang menanti hasil penelitian terkait asumsi kekerasan paada Tyrone Mings yang merupakan pesepak bola Bournemouth.

Ibra tak pernah medapat penghargaan personal paling besar selama dirinya berkarier. Di pihak lain, Ronaldo dan Messi bergantian dalam perebutan Ballon d’Or sedari tahun 2008.

Manager MU Cekcok dengan 2 Pesepak Bola Bournemouth

Jose Mourinho selaku pelatih pada skuat The Red Devils(julukan Manchester United) sangat kesal atas ulah pesepak bola Tyrone Mings dari Bournemouth. Mou sempat berseteru dengan Mings pada koridor lorong yang menuju ke arah kamar ganti ketika jeda fase ke-1.

Mings menjadi pusat perhatian pada pertandingan Manchester United melawan Bournemouth. Dirinya menginjak Zlatan Ibrahimovic pada fase ke-1. Perbuatan yang tak terpuji Mings itu lolos dari pandangan Kevin Friend selaku hakim lapangan. Dirinya tak mendapat sama sekali sanksi.

Usai meperoleh perawatan dan dapat kembali tampil main, Ibra melakukan aksi balasan atas perbuatan Mings. Pemain asal Swedia tersebut meakukan aksi sikut paa Mings. Dan begitu pun, Friend tidak memberikan sanksi atas peristiwa tersebut.

Perbuatan Mings yang menginjak Ibra menjadika emosi Mou. Lelaki yang berasal Portugal tersebut langsung melabrak Mings ketika berjumpa di koridor menuju kamar ganti pada saat jeda laga.

Mings pun hanya terdiam dan tidak merespons bentakan dari pelatih Manchester United tersebut. Malah Harry Arter selaku pesepak bola Bournemouth yang terhasut dan hadir membela Mings. Mou selanjutnya nampak berkeras hati dengan Arter.

Normal saja Mou marah atas sikap Mings. Mantan arsitek Inter Milan tersebut cemas Ibra mendapati cedera yang serius. Dikarenakan Zlatan Ibrahimovic adalah gacoan utama Mou untuk menghasilkan gol pada skuat Setan Merah.

The Blues Bajak Pesepak Bola Incaran Milan

The Blues-julukan Chelsea seakan ‘membuka depan’ bersama dengan Rossoneri-sebutan AC Milan. Klub yang berasal London– Inggris tersebut, kabarnya siap untuk menikung Rossoneri untuk merekrut pesepak bola belakang dari Villarreal, bernama Matteo Mussachio.

Salah satu media sampai-sampai mengabarkan bahwasannya The Blues sudah menyiapkan biaya tidak kurang dari 21.000.000 poundterling atau setara dengan 348 milyar rupiah. Atas tawaran sebesar itu, yang mempunyai harapan bawasannya Villarreal bersedia bergabung dengan mereka dibandingkan menuju AC Milan.

Seperti yang diberitakan, Rossoneri memang sedari dulu membidik pesepak bola yang sudah 4 kali perkuat tim nasional Argentina. AC Milan dikabarkan telah menghubungi pihak manajemen Villarreal.

Akan tetapi, peluang AC Milan bukannya hal mustahil menciut dengan hadirnya The Blues dalam memperebutkan sosok Mussachio. Ditambah pula dengan total uang yang dipersiapkan Chelsea.

Pada sisi yang lain, juru taktik The Blues, yakni Antonio Conte, sebelumnya memang sangat sibuk membidik bek anyae. karena, disamping nama Mussachio, mereka pun membidik Leonardo Bonucci, eks anak didik Conte di Juve.

Seorang Sentral

Mussachio pribadi adalah seorang sentral pada baris pertahanan Villarreal pada musim ini. pada kompetisi La Liga, mereka menjadi skuat dengan rekor kecolongan yang paling minim.

La Liga sudah memasuki Minggu ke 25, jaring Villarreal kecolongan delapan belas gol. Torehab ini lebih kecil 2 gol dari kecolongan Barca dan 4 gol dari kecolongan gol El Real(sebutan Real Madrid).

Aguero Ceritakan Kedekatannya dengan Manager City

Sergio Aguero menyangkal bahwa dirinya ada masalah dengan pelatih pada skuat Manchester City, yakni Josep Guardiola ‘Pep’. Sampai-sampai penyerang yang berasal dari Argentina tersebut menyukai kinerja Pep yang sangat disiplin.

Aguero sebetulnya mengawali musim ini dengan bagus di bawah arahan Pep. Dia sanggup memasukan sebelas gol dalam 6 pertandingan pembuka.

Akan tetapi kondisi semakin buruk usai dirinya izin tampil dalam 7 laga sebab cedera dan sanksi dari FA. Dia pun sempat tak memeproleh keberhasilan pada 3 penalti dan menjadikan kedudukannya direbut oleh penyerang muda Brasil, yaitu Gabriel Jesus.

Untungnya Jesus mendapati cedera yang serius dan menjadikannya izin tampil dalam kurun waktu lama. Kala itu Aguero secara langsung memeproleh kesempatan sebagai pemain inti dan langsung memasukan 2 gol kontra Monaco pada pergelaran Liga Champions –dinihari WIB tadi.

“Kenyataannya ialah hubungan saya dengan Pep amat baik. Diriya kerap meminta saya berbuat hal yang lebih, bahkan bisa lebih-lebih lagi,” ucap Aguero seperti yang disampaikan oleh salah satu media.

“Yang pasti tak cuma dari saya, Pep pun mau semua pesepak bola menunjukkan kualitas yang lebih di kotak pertandingan. Saya menjalani pengorbanan begitu pula pesepak bola lain,” ucapnya menambahkan.

Isu renggangnya hubungan manager City dan Aguero ini menjadikannya diberitakan bakal angkat kaki diakhir musim nanti. Akan tetapi penyerang berumur 28 tahun tersebut berambisi bakal menetap lebih lama di klub(Manchester City).

“Keputusan semuanta berada di tangan Pep dan juga klub. Sama halnya dengan yang kerap saya ucapkan, saya mau menetap selama mungkin di The Citizens,” ujar Aguero.

Suport Pep Kepada Manager Arsenal

Rasa empati timpul dari Manager Manchester City, Pep Guardiola terhadap Arsene Wenger. Kala itu Pep menganggap, cercaan yang hadir pada Wenger amat sangat tidak dapat diterima.

Arsene Wenger sekarag ini berada pada kondisi tersudutkan. Pelatih dari skuat Arsenal tersebut diminta untuk menunggalkan klub mengingat hasil yang kurang bagus pada kompetisi Liga Champions. Seperti sudah tahu, The Gurnners mengalami kegagalan telak atas skor 1-5 kontra Bayern Muenchen pada fase 16 Besar, dipertengahan Minggu lalu.

Tidak cuma penggemar The Gurnners, beberapa eks pesepak bola Arsenal sampai dengan keritikus menganggap, Wenger sudah tidak lagi sanggup menghantarkan The Gurnners memperoleh prestasi. Salah satu contoh yakni Martin Keown, eks pesepak bola The Gurnners ini dengan tidak tega menyatakan, Arsene Wenger mungkin angkat kaki pada akhir musim.

“Dengan apa yang saya tahu selama sepuluh hari belakangan terkait penggemar, eks pesepak bola, wartawan memperlakukan Arsene Wenger amat tidak dapat diterima,” ucap Pep seperti yang disampaikan oleh salah satu media olahraga.

Pep diketahui memang memiliki hubungan baik dengan sosok pelatih pada klub Arsenal(Wenger) tersebut. Walau sering mengalahkan Wenger ketika mengasuh klub FC Barcelona, Pep mengatakan secara terbuka bahwasannya ia menyukai cara bermain yang dibuat Wenger.

Untuk kelanjutannya, Pep sampai-sampai menilai, komentar pedas yang dialamatka kepada Wenger memperlihatkan rasa yang kurang menghargai terkait profesi dari manajer klub sepakbola. “Itulah kenapa, kami memberi putusan dan Anda dapat menyatakan apa saja yang Anda inginkan,” ucap Pep.

Xavi Tetap Optimis dapat Kalahkan Paris St Germain

Bagaikan pribasaha yakni seperti telur yang berada di ujung tanduk, itulah kondisi  yang sedang dialami FC Barcelona pada kompetisi Liga Champions. Kegagalan atas skor 0-4 di markas PSG(Paris Saint-Germain), hari Selasa, tanggal 14 Februari 2017, menjadikan skuat yang berjulukan The Catalans hampir tidak mungkin meneruskan kiprahnya.

Betul, FC Barcelona mesti menanggung malu pada saat mendatangi markas Parc des Princes dalam menjalani laga paruh ke-1 fase 16 besar– Liga Champions. 2 gol yang diciptakan Angel Di Maria dan cetakan gol dari Edinson Cavani dan Julian Draxler menjadikan skuat  arahan Luis Enrique ini Nampak bagai skuat kecil di mata Paris Saint-Germain.

Torehan itu mengharuskan FC Barcelona bekerja bekerja sangat keras pada saat bertanding kontra PSG selaku skuat tamu di paruh ke-2 yang dihelat di Camp Nou, hari Rabu, tanggal 8 Maret 2017. Lionel Messi dan rekan-rekan mesti juara atas jarak 5 poin untuk menuju pada babak perempat final.

rencana itu tentu amat berat namun bukan hal yang tidak mugkin. Inilah pengihatan dari eks playmaker Barca, yakni Xavi Hernandez, yang tetap memiliki rasa optimisme.

“Terkait hal ketajaman, kecepatan dalam penampilan, gaya bermain, strategi, fisik dan tinggal mental, Paris Saint-Germain berada di atas Barca,” ucap Xavi terhadap media asal Perancis.

“Reputasi bagi Paris Saint-Germain sebab keunggulan ini. Mereka mempunyai salah 1 laga terbaik selama sejarahnya.”

“Barca kerepotan memperoleh kans, mereka tak sekalipun mengganggu penjaga gawang Paris Saint-Germain, yakni Kevin Trapp. FC Barcelona tak berada pada tingkat yang pada umumnya.”

“Saya rasa Barca dapat mendepak Paris Saint-Germain, kenapa tidak, melakukan kembali di rumah walau bakalan amat berat.”

Beselisih dengan Manager, Costa Justru dapat Kenaikan Honor

Diego Costa dikabarkan telah setuju untuk menetap pada skuat The Blues-julukan untuk Chelsea. Pesepak bola yang menjadi penyerang tim nasional Spanyol tersebut sampai-sampai memperoleh tambahan honor pada kontrak anyarnya.

Karier Diego Costa menjadi pertanyaan yang besar  akhir-akhir ini. Dikarenakan dia Pernah berselisih paham dengan pelatih pada skuat Antonio Conte.

Tidak ayal sederet klub berusaha untuk mendapatkan tanda tangannya, beberapa klub tersebut diantaranya ada Atletico Madrid dan klub asal china. Akan tetapi mereka kelihatannya mesti gigit jari dengan berita teranyar ini.

Benar, disampaikan oleh salah satu media, Diego Costa dikabarkan telah sepakat memperpanjang kontraknya sampai dengan 5 tahun ke depan. The Blues pun sepakat untuk meningkatkan honornya sampai dengan 220.000 poundstering untuk setiap Minggunya.

Ditambahnya masa abdinya Diego Costa bersama dengan Chelsea tersebut, di aminkan oleh pelatih The Blues, yakni Antonio Conte. Pelatih yang berasal dari Italia tersebut dengan tegas menyatakan bahwasanya anak didiknya tersebut mempunyai waktu yang panjang di Stamford Bridge.

“Apakah dirinya menetap di sini dalam waktu yang lama? Tentu, saya merasa demikian. Saya menyaksikan dirinya setiap saat dan saya melihat janji. Dirinyi telah jatuh hati pada klub ini,” ucap Conte

“Diego merupakan pesepak bola yang amat krusial. Kondisi tersebut amat jelas. Dirinya amat gembira berada dengan The Blues,” ucap Conte menambahkan.

‘Conte dapat Matikan Siapapun’

Antonio Conte diketahui selaku pelatih yang meledak-ledak dan kadang kala amat emosi. Arsitek pada skuad Chelsea tersebut sampai-sampai mengatakan dapat matikan siapa pun.

Salah satu contoh dapat disaksikan ketika The Blues menghabisi Arsenal dengan 3-1 pada laga yang dilangsungkan di Stamford Bridge, hari Sabtu, tanggal 4 Februari 2017. Berada di pinggir kotak, Antonio Conte terlihat melabrak Angelo Alessio selaku tangan kanannya.

Conte mengaku, ia memang mudah emosi pada saat sesuatu yang tak berjalan dengan apa yang dibuat sebelumnya atau harapannya.

“Ketika menyaksikan sesuatu tak berjalan dengan baik, saya dapat mematikan siapa pun,” ujar ucap Arsitek yang kini berumur 47 tahun tersebut disampaikan oleh salah satu media.

Selanjutnya, apa yang menjadikan Conte ‘Emosi’ terhadap Alessio?

“Saya panas sebab N’Golo Kante semestinya mundur megawasi kotak penalti. Kala itu disana cuma ada Victor Moses yang mengawasi 1 pesepak bola The Gurnners. Saya juga melakuan hal serupa pada Alessio,” ucap Conte.

Ini bukan kali pertama Conte meluapkan rasa kekesalannya terhadap Alessio. Sang pelatih akui bahwa dirinya melakukan hal yang sama ada asistenya tersebut.

“Alessio merupakan asisten saya. Ironisnya, dirinya kerap menjadi sasaran kekesalan saya selama bertahun-tahun,” ucap pemilik 3 scudetto bersama Juve tersebut.

Kebersamaan Alessio dan Conte diawai sedari tahun 2010. Ketika itu, mereka sama-sama berkarier di Siena.

Conte selanjutnya memboyong Alessio menuju Juventus, tim nasional Italia, sampai dengan saat ini berada di Chelsea.

Di bawah kepemimpinan Conte serta Alessio, The Blues merajai klasemen-Premier League tahun 2016/2017 usai menjalani 24 pertandingan. Eden Hazard dan rekan-rekan mencatat 59 angaka atau menang 9 poin dari Tottenham Hotspur pada pos urutan ke-2.

Ranieri Sebut Manchester United Bermain Pintar

Pelatih pada skuat Leicester City, yakni Claudio Ranieri mengatakan bahwa skuatnya pantas gagal dari The Red Devils(Manchester United). Dia merasa Manchester United tampil pintar pada pertandingan tersebut.

Manchester United memperoleh keunggulan besar yaitu 3-0 dari pemenang bertahan The Foxes pada laga terusan Premier League yang dilangsungkan di King Power Stadium, hari Minggu, tanggal 5 Februari 2017 malam WIB.

“Saya rasa kami mengawali dengan amat bagus dan dengan melakukan penekanan cukup tinggi. Kami memberikan kesempatan dan itu merupakan permualaan laga yang bagus,” ucap Ranieri pada akun resmi klub.

“Namun dengan mengejutkan kami kecolongan 2 gol selama 2 menit dan hal tersebut amat, sangat berat. Di kamar ganti kami berbincang terkait peluang untuk bangkit. Kami mau mengawalinya lebih cepat serta lebih tangguh, namun mereka memasukan gol ke-3 dan dari sana amat berat untuk bangkit.”

Manchester Unitd memasukan 2 gol pada fase ke-1 melalui Zlatan Ibrahimovic dan Henrikh Mkhitaryan. 1 gol penambah dihasikan oleh Juan Mata ketika awal fase ke-2.

Manchester United Bermain Pintar

“Usai menang, Manchester United melambatkan pergerakan dan hal tersebut dangat mudah untuk mereka. Menurut kami tak mudah dalam menekan sebab mereka memindahkan bola begitu cepat, dengan 1 atau 2 sentuhan dan hal tersebut amat berat dirasa. ”

“Sudah pasti pada saat Anda tak memasukan gol Anda tak dapat unggul, namun saya amat percaya dengan penyerang saya. Kami mempunyai Slimani yang bakal comeback. Dirinya alternative lain, nakal hak tersebut baik,” ucap Ranieri menambahkan.

Atas keunggulan ini, Manchester United tetap pada peringkat ke-6 klasemen. Sekarang Manchester United mencatat sebanyak 45 angka.

Pep Senang Sebab Gabriel Berlatih Bahasa Inggris

Manager pada klub Manchester City, yakni Pep- sebutan Josep Guardiola, sedang merasa senang. Bukan karena keyakinan untuk perandingan kontra Swansea City, hari Minggu, tanggal 5 Februari malam, usai 2 keunggulan berturut-turut di sluruh kompetisi. Namun, sebab Gabriel Jesus.

Pesepak bola yang hadir dari Palmeiras ketika bola Januari 2017 lalu tersebut memang memperlihatkan lonjakan yang meningkat pada 3 pertandiangan terakhir. Penampilannya selama ini sebagai jalan keluar untuk Josep Guardiola, pada baris depan Manchester City.

Disamping performa Gabriel, harapan Gabriel untuk menggunakan bahasa Inggris menjadikan arsitek yang berasal dari Katalunya– Spanyol tersebut merasa gembira. Bagaimana juga, dalam sepakbola professional bahasa sebagai kunci keluasaan penyampaian pembicaraan antara arsitek dan pesepak bola, paling utama dalam menyusun rencana.

Pep juga menyanjung kerja keras Gabriel yang setiap saat belajar bahasa Inggris sedari hadir ke The Citizens. Pendapat dari Manager yang saat ini tengah berumur 46 tahun tersebut, kemauan seperti Gabriel ini yang diinginkan olehnya dari pesepak boa Manchester City yang lain.

“Gabriel Jesus masih berumur sangat muda yakni 19 tahun, akan tetapi dapat bergabung dengan cepat. Dirinya belajar menggunakan bahasa Inggris setiap harinya dan hal tersebut mempunyai banyak arti untuk saya,” ucap Pep.

Gabriel Jesus menjalani karier pertama di Liga Primer ketika bulan lalu di akhir, berain dalam pertandingan selama empat belas menit dalam hasil seri yakni 2-2 kontraTottenham Hotspur yang dilangsungkan di Etihad. Dirinya selanjunya menjadi pemain depan pada laga berikutnya kontra West Ham United, hari Rabu, tanggal 1 Februari 2017. Pus memasukan gol perdananya atas keunggulan 4-0 bagi The Citizens.