Masukkan 2 Gol, Icardi Dibilang Seperti Hewan

Sanjuangan yang keliar dari bibir sang juru taktik, bernama Stefano Pioli, usai Mauri Icardi sukses menghantarkan Inter Milan unggul dengan skor 3-0 kontra Lazio, hari Rabu, tanggal 21 Desember 2016 waktu setempat.

2 gol Icardi difase ke-2 membuat sempurna kesuksesan Inter Milan usai Ever Banega berhasil mebobol jaring Lazio lebih dulu pad fase pertama.

Poin-poin gol Icardi pastinya juga bertambah. Sekarang, penyerang yang berusia 23 tahun tersebut terhitung telah mencatatkan sebanyak empat belas gol dalam semua pertandingan yang dimainkannya.

“Kami menyuguhkan penampilan yang sebenarnya. Memang, kami pernag telah mati-matian ketika fase pertama, namun selanjutnya kami pantas memperoleh keunggulan atas penampilan baik ini,” ucap Pioli.

“Icardi menduduki pos dengan sagat pas. Dirinya seperti hewan di kotak terlarang dan mampu menjadika Lazio terluka,” ujarnya.

Atas keberhasilan dari Lazio, Inter Milan pun mendapat kenaikan posisi. Icardi dan rekan-rekannya naik 2 peringkat menuju pos ututan ke-7 dengan mencatatkan 30 angka dalam18 pertandingan.

Para pesepak bola Inter Milan juga dapat melewati masa libur Natal dengan persaaan senang. Mereka bakal kembali bertanding pada tanggal 8/1/2017, yaitu bertanding kontra Udinese yang dihelat di Stadion Friuli.

“Kami amat sangat berusaha dengan keras. Ayo jangan kita sia-siakan apa yang telah dikerjakan. Semoga kami dapat lebih baik sitahun 2017 sebab kami pantas memperolehnya,” ucap Icardi.

Skuad arahan Pioli membukukan tren baik ketika bermain di kandang yang menjadi kebanggaannya, yakni Stadion Giuseppe Meazza.

Gagal Kontra Juve, Radja Nainggolan Kecewa

Salah satu pemain AS Roma, yakni Radja Nainggolan amat kecewa usai gagal dari Juventus pada laga yang dilangsungkan pada hari Sabtu, tanggal 17 Desember 2016, atau tepatnya pada Minggu dinihari WIB. Dia merasa menilai kegagalan tersebut tak memperlihatkan penampilan di lapangan.

Betul, gol yang diciptakan Gonzalo Higuain sebagai pembeda pada pertandingan kali ini. Keunggulan menjadikan Juve semakin berdiri tegak pada posisi atas klasemen dan menjahi AS Roma dengan jarak gol sebanyak 7 angka.

Sampai dengan minggu ke tujuh belas, Juventus telah mengumpulkan sebanyak 42 angka dalam empat belas keunggulan dan mendapati 3 kegagalan. Disamping itu AS Roma berada pada urutan ke-2 atas catatan sebanyak 35 angka.

“Sudah pasti hal tersebut merupakan keggalan yang menyakitkan, paling utama bila dilihat dari gaya kami tampil. Banyak peluang yang kami dapat, akan tetapi bola tak ada yang berhasil menjurus masuk kearah gawang,” ucap Nainggolan seperti disampaikan oleh salah satu media Italia.

“Secara penampilan sudah pasti kami mera puas. Semestinya hasil seri sangat adil,” ucapnya menambahkan, walau begitu pemain yang masih berdarah Indonesia tersebut mengatakan bahwa AS Roma tak akan berputus asa untuk mengejar Juve. Walau sekarang ini ke-2 skuad berselisih gol cukup jauh pada klasemen.

“Jujur saja, jarak 7 angka saat ini itu dapat dikatakan sangat besar. Hal tersebut tandanya kami berkeinginan Juve gagal pada 3 laga dan hak tersebut itu juga kami mesti juara di laga yang lain. Namun bila kami selalu tampi semacam ini, semuanya masih adanya kemungkinan untuk terjadi,” ujar Nainggolan.

Wesley Sneijder Ingin ke AC Milan

Pemain Galatasaray, yakni Wesley Sneijder sempat mengatakan bahwasannya ia mempunyai anagan-angan bermain untuk skuad AC Milan sedari masih kecil. Bila mempunyai peluang kembali menuju Italia, Sneijder mempunyai harapan dapan mengenakan kostum AC Milan.

Sementara, Sneijder pernah melewati masa kekejayaannya pada waktu membela pesaing satu kotanya AC Milan, yakni Inter Milan. Pesepak bola internasional asal Belanda tersebut menghadirkan treble winner bagi Inter Milan pada tahun 2010.

Akan tetapi, Sneijder menyatakan, perpisahan dirinya bersama dengan La Beneamata tak berlangsung baik. Sementara, dirinya merasa sudah menampillkan semua kemampuannya dan telah jatuh cinta pada skuad Inter Milan.

“Tampil untuk Rossoneri merupakan cita-cita saya pada waktu masih kecil. Maka, benar, bila saya kembali menuju Italia, saya mau tampil main untuk AC Milan,” ujar Sneijder, seperti disampaikan oleh salah satu media olahraga.

“Saya tak mempunyai fikiran saya bakal kembali menuju Inter Milan. Saya keluar usai berselisih paham dan saya sampaikan, dapat membela AC Milan sebelum saya mengakhiri masa karier,” ujarnya.

Eks pesepak bola El Real ini yakin dirinya belum begitu tua untuk tampil pada Liga Italia– Serie A. Sneijder sadar betul, Liga Italia tidak sama dengan saat 5 tahun yang lalu, pada saat duel lebih sengit.

“Terdapat kemampuan yang masih kurang, namun AC Milan merupakan klub yang  legendaris bagi saya. Saya amat memikirkan untuk menetap di Inter Milan, pada saat tertentu saya merasa ketika itu saya mesti berada menetap dan menanti,” ucap pesepak bola yang saat ini berumur 32 tahun tersebut.

 

 

Rossoneri Kesal Tak Jaga Kemenangan Diakhir Pertandingan

Kelengahan pada akhir pertandingan memunculkan perasaan tidak mengenakan pada akhir bagi AC Milan. Rossoneri kesal tak berhasil menjaga konsentrasi.

Rossoneri kehilangan keunggulannya yang sudah Nampak di depan mata ketika menjalani derbi lawan Inter Milan yan digelar di San Siro, hari Senin, tanggal 21 November 2016 dinihari WIB. semakin terasa tidak enak sebab mereka sempat 2 kali menang sebelum pada akhirnya pertandingan usai dengan skor 2-2.

Suso menghantarkan Milan unggul di fase awal lewat gol pada menit 42. Skor kembali seri saat Antonio Candreva melakukan aksi balassan untuk Inter pada menit 53.

Namun Suso kembali memasukkan gol 5 menit berlalu dan AC Milan menang lagi. Pada kor 2-1 telihar bakal menjadi hasil akhir sebab masih terlihar hingga memasuki periode penambahan waktu.

Akan tetapi pada menit awal penambahan waktu itu, AC Milan kebobolan. Lewat tendangan sudut, bola diudara sempat disundul Geoffrey Kondogbia dan hinggap pada kaki Ivan Perisic. Tak diterjaga dengan baik oleh Manuel Locatelli, Perisic akhirnya menjembloskan bola menuju gawang.

Sementara keunggulan bakal menghantarkan AC Milan naik menuju peringkat 2 klasemen, lewati Rossoner yang sebelumnya ditundukkan Atalanta. Giacomo Bonaventura mensesalkan ketidak berdayaan menjaga konsentraso pada akhir pertandingan, namun merasa hasil ini bakal menjadi pelajaran penting bagi skuad.

“Terdapat penyesalan yang besar, sebab gol penyeimbng muncul amat dekat pada akhir laga. Kami kesal, sebab kami sempat memiliki peluang baik untuk juara dan menduduki urutan 2 klasemen,” ucap Bonaventura pada salah satu sumber.

“Kami tak mempunyai kemampuan untuk bertahan hasil hasil 2-1. Namun pertandingan ini semestinya memberi kami ambisi untuk menghadapi pertandingan selanjutnya dengan antusias yang lebih kuat.”

“Skuad ini berusaha keras, menjalani sejumlah hal baik, walau ada pula beberapa lainnya yang tidak. torehan semacam ini bakal menyokong para pesepak bola yang lebih muda untuk berkembang menjadi lebih dewasa,” tambahnya.

Ini Pesan Carlo Ancelotti pada AC Milan…

Mantan juru taktik AC Milan, yakni bernama Carlo Ancelotti, berpesan pada eks skuadnya jelang pertandingan derby. Dalam pendapatnya, Inter Milan bakal tetap menjadi skuad yang tak mudah untuk dihadapi.

Derby della Madonnina bakal membuat panas Serie A-giornata 13, hari Senin, tanggal 21 November 2016 dinihari WIB. Pada perjumpaan perdana ini, AC Milan yang bakal bertindak selaku tuan rumah dalam pertandingan tersebut.

Melihat pos pada klasemen, Rossoneri layak untuk lebih dijagokan dbandingkan dengan Inter Milan. Rossoneri menduduki peringkat ke-3 klasemen yakni dengan raihan sebanyak 25 angka, menang 8 poin atas Nerazurri yang berada pada posisi ke- 9.

Walau begitu, Ancelotti berpesan Inter Milan untuk tetap waspada melihat pertandingan derby yang dihelat pada akhir minggu ini. ditambah lagi Nerazurri juga belum lama berganti arsitek dengan memilih Stefano Pioli.

“Mereka mesti waspada pada Inter Milan, mereka kerap tak mudah untuk dihadapi,” ucap Ancelotti seperti dikabarkan salah satu media olagraga Italia.

“Mereka pula telah mengganti juru taktik sebelumnya. Jelang laga kontra Juventus, Nerazurri tak bermain apik namun mereka menunjukkan penampilan yang baik.”

“Jangan lupa bahwasannya selama ini Inter Milan bermain di bawah peluang mereka, disamping itu AC Milan tengah berada pada penampilan terbaiknya, atau mungkin berada diatasnya,” ungkap Ancelotti menambahkan.

Mihajlovic Hampir DiPHK Sebab Gianluig Donnarumma

Gianluigi Donnarumma memang telah menjadi penjaga gawang AC Milan sekarang ini. Namun di karier awalnya, Donnarumma hampir saja membuat Sinisa Mihajlovic diPHK.

Donnarumma pada umurnya yang tergolong muda yakni 17 tahun merupakan penjaga gawang nomor 1 klub raksasa AC Milan. Kariernya yang meningkat pesar seperti sekarang ini tidak terlepas dari peranan Mihajlovic yang dengan tanpa rasa takut menurunkannya di awal tahun lalu.

Ketika itu Sinisa Mihajlovic membuat keputusan untuk mendudukinya dikursi pelapis yaknipenjaga gawang senior Diego Lopez agar dapat ditukar oleh Donnarumma yang masih baru kala itu. Pilihan yang diambil Mihajlovic tersebut juga tak mendapatkan izin dari Silvio Berlusconi yang merupakan presiden klub.

AC Milan sampai-sampai hadir menuju temoat latihan klub yang berada di Milanello untuk menentang Mihajlovic secara langsung pada keputusannya itu. Pada waktu yang bersamaan, juru takti yang berasal dari Serbia tersebut melayangkan ancaman supaya dirinya diPHk saja bila masih memaksakan Lopez yang Tampil.

Namun, pada akhirnya sang presiden pun melunak sebab Donnarumma malah bermain spektakuler di bawah tiang gawang AC Milan dan sekarang ini sudah berpredikat penjaga gawang tim nasional berpengalaman Italia.

“Orang0-orang bertanya-tanya atas keputusan saya menurunkan Donnarumma sebab kami pun mempunyai Diego Lopez serta Gianluigi yang masih berusia 16 tahun. Namun sekarang dirinya menjadi bagian dari skuad dan tak ternilai. Saya amat merasa senang dapat memberikannya karier pertama,” ucap Mihajlovic kepada salah satu media.

“Apakah saya telah membuat pilihan yang beresiko dengan menurunkannya? Pada saat saya menurunkan Donnarumma, Berlusconi hadir 2 kali menuju Milanello dan menyuruh saya menurunkan Diego Lopez. Saya ucapkan bahwasannya dirinya mempunyai 2 opsi. Yang pertama ialah mengeluarkan saya dan memainkan Diego Lopez kembali, atau menetapkan saya bekerja dan menyaksilan Donnarumma tampil. Untungnya dirinya membuat keputusan untu mempertahankan saya,” sambungnya.

Walau begitu, Mihajlovic juga tetap diPHK pada sepertiga akhir tahun sebab bakal digantikan oleh Christian Brocchi.

 

Rossoneri Bersiap Rekrut Gelandang yang Disia-Siakan MU

AC Milan tengah tertarik untuk menghadirkan pesepak bola tengah Setan Merah(MU) yakni Morgan Schneiderlin. AC Milan berencana merekrut pesepakbola Prancis terseut pada jendela transfer tahap ke 2 bulan Januari nanti.

Salah satu media mengabarkan bahwasannya I Rossoneri akan mendekati Manchestes United untuk merekrut Schneiderlin usai resmi memperoleh pemilik anyar pada bulan ini. I Rossoneri sekarang ini tengah dalam proses pertukaran atas kepemilik dari Silvio Berlusconi menuju investor Tiongkok.

Begitu dana kucuran segar yang berasa dari investor anyar cair, AC Milan bakal membeli pesepak bola di bulan Januari 2017 nanti. Salah 1 yang menjadi incaran juru taktik Vincenzo Montella ialah Schneiderlin.

Mantan pesepak bola Southampton tersebut di incar Montella dalam memperkuat baris tengah mereka. Dikarenakan AC Milan tak didukung oleh pemain senior bernam Riccardo Montolivo selama 6 bulan.

Meski pesepak bola muda Manuel Locatelli tengah cemerlang pada waktu Montolivo izin tampil, Montella merasa butuh pesepak bola yang lebih dalam memiliki keaahlian seperti Schneiderlin supaya target keluar 3 besar Serie A terwujud.

Tidak akan terlalu sulit untuk I Rossoneri dalam menghadirkan Schneiderlin. Pada tahun ini Schneiderlin tidak sanggup lolos pada tim inti Manchester United. Sang juru taktik yakni Jose Mourinho lebih mempercayakan untuk menurunkan Marouane Fellaini atau Ander Herrera sebagai pendaping Paul Pogba.

Morgan Schneiderlin tergolong salah satu pesepak bola yang dikabarkan akan dilego Mou bulan Januari nanti supaya memperoleh tambahan armada untuk merekrut beberapa pesepak bola incarannya.

Pjanic Nyaris Masuk Paris St Germain

Miralem Pjanic sempat akui apabila ia kala itu hampir saja berkerja sama dengan Paris Saint Germain(PSG). Hal tersebut berlangsung pada saat Pjanic masih mengenakan kostum AS Roma.

Pesepak bola Bosnia-Hezegovina tersebut sempat tampil membela Lyon dan Metz pada Ligue pertama. selanjutnya Miralem Pjanic menuju Italia dengan merapat ke i Giallorossi- julukan AS Roma, sebelum hijrah menuju I Bianconeri(Juventus) pada musim panas tahun 2016.

“Kepindahan tersebut hanpil tinggal sedikit lagi menuju Paris Saint Germain(PSG) pada jendela transfer musim dingin bulan Januari tahun 2014,” ucap Pjanic terhadap salah sumber, yang disamaikan oleh salah satu media ternama “Bagaimana juga, ketika itu kami tengah bertanding semi mmeperebutkan title pemenang dengan AS Roma.”

“Panggilan-panggilan dari mereka itu fakta. Selanjutnya saya memperoleh panggilan telepon terakhir dari Walter Sabatini (yang merupakan mantan bos sepak bola AS Roma), dan dirinya berkata kepada saya, ‘Mire, sekalipun untuk 50.000.000 euro, Anda tak bakal pergi kemana pun!”

Usai tak berhasil memboyong Miralem Pjanic, sekalipun menghadirkan Yohan Cabaye yang berasal dari Newcastle United dengan biaya teransfer sebesar 20.000.000 euro. Cabaye nyatanya cuma bertahan tidak lama di Paris Saint Germain, hingga akhirnya hijrah menuju Crystal Palace di tahun lalu pada saat musim panas .

Miralem Pjanic langsung bersinar pada awal tahun ini bersama dengan skuad Juventus. Dirinya sudah mencatatkan 8 aksi yang dimainkan bersama skuad dengan memasukkan 2  gol serta 2 kali upaya mencetak gol.

Taklukan Chievo, Milan Melonjak Menuju Pos Ke-3

AC Milan mulai melonjak pada peringkat ke 3 dalam klasemen Serie A atas keunggulan dengan skor 3-1 dari Chievo Verona, yang dilangsungkan di Stadion Marc’ Antonio Bentegodi, pada hari Minggu, tanggal 16 oktober 2016 atau tepatnya pada hari Senin dini hari WIB.

Melihat perangkaan Laga Serie A, skuad tamu tentu kala itu terlihat sangat dominan dibandingkan degan Chievo. AC Milan mendominasi sebesar 56% permainan dan meneluarkan 7 serangan yang on target dari dua belas assist.

Ada juga Chievo cuma sanggup menghailkan 5 tembakan menjurus menuju gawang dari 7 kesempatan selama pertandingan.

Walau begitu, Rossoneri baru dapat masukkan poin ketika laga mulai memasuki fase akhir  pertama lewat Kucka.

Pesepak bola yang berasal dari Slovakia tersebut menjebol jaring milik skuad tuan rumah lewat tembakan keras luar biasa yang berasal dari luar kotak terlarang.

Gol Kucka itu merupakan raihan perdananya bagi AC Milan dalam 7 laga Serie A tahun ini.

Kemenangan atas skor 1-0 tak menjadikan Rossoneri terbuat. Mereka berusaha mempertahankan dalam mendominasi bola dan selalu meluncurkan serangan pada baris belakang Chievo.

Upaya tersebut pun tidak sia-sia. Pada saat pertandingan fase ke 2 baru berlangsung 1 menit, berhasil menggandakan kemenangan menjadi 2-0.

Gol ke 2 Rossoneri ini dihasilkan oleh Mbaye Niang, usai mengambil peluang atas kesalahan yang diperbuat bek Chievo, yakni Fabrizio Cacciatore.

Ketika memasuki menit 76, Chievo mampu meminimalisir posisi kedudukan. Penjaga gawang  Milan, bernama Gianluigi Donnarumma, tidak sanggup menghadang eksekusi tembakan bebas Birsa yang menjurus menuju arah sudut kiri gawang.

Akan tetapi ketika masa penambahan waktu, Milan kembali menjadikan masyarakat tuan rumah tak bersuara.

Carlos Bacca yang belum lama masuk di menit 88, membuat sempurna atas keunggulan  Milan menjadi skor 3-1. Gol Bacca lahir usai bola hasil tendangan Bacca mengenai pesepak bola Chievo, yakni Dario Dainelli.

Dengan keunggulan ini,  Milan pun melonjak menuju posisi ke 3 dengan mencatatkan enambelas angka, melengserkan Lazio dan Napoli. Milan cuma kalah dalam hal agresif gol atas AS Roma yang sekarang berada pada peringkat 2.

‘Totti Kepincut Jadi Juru Taktik’

Kapten I Lupi, yakni Francesco Totti, sudah mulai membahas terkait niatnya untuk nasib kedepan. dia mengaku kepincut untuk sebagai sosok juru taktik.

Totti, yang belum lama memasuki umur 40 tahun pada tangal 27/9/2016 lalu, masih mampu menunjukan penampilan yang efektif.

Selanjutnya, dari 4 laga Serie A tahun ini, Totti ukses mencatatkan 2 gol dan juga 2 kali pencobaan.

Akan terapi, tidak dapat diragukan bahwasannya Totti telah memasuki usia yang matang pada bidang sepak bolanya. Ditambah lagi, masa kontrak dirinya di Roma akan usai pada bulan Juni tahun 2017 mendatang.

Pada bulan Februari tahun 2016 lalu sempat muncuat berita bahwasannya Totti akan menduduki salah satu jabatan pada barisan pengelola I Lupi –julukan AS Roma.

Walau begitu, Totti nyatanya tidak menutup kesempatan untuk berkerja selaku juru taktik. Hal tersebut disamopaikan Totti pada saat sesi Tanya jawab dengan salah satu media, hari Jumat tanggal 7 oktober 2016 waktu setempat.

“Akankan saya bakal menjadi juru taktik? Saya tidak mengetahui apa yang bakal saya jalani pada masa yang akan datang. Di sisi lain, diri saya memang suka dengan gagasan itu. Akan tetapi, saya tak dapat beradaptasi dengan banyaknya orang dalam satu grub,” ucap Totti.

“Walau hal tersebut merupakan hal yang baru dapat berlangsung usai Anda stop bermain. Karena, tak sedikit pemain bola yang selanjutnya melnjalani lakon selaku juru taktik,” ucap Totti.

Dalam peluang tersebut, Totti pun menyampaikan hubungan pribadinya dengan sang juru taktik, yakni Luciano Spalletti.

Totti kala itu memang pernah diberitakan tersangkut masalah bersama dengan Spalletti. Hal tersebut dipicu oleh sangat sedikitnya peluang tampil bagi Totti.

Namun, Totti menyakalnya. Di mengatakan bahwa hubungan dirinya dan Spalletti tak ada persoalan.

“jalinan saya dan Luciano Spalletti? Kami merasa baik. Saya mempunyai jalinan yang baik terhadapnya,” ucap Totti meng-klarifikasi.

Roma sebagai satu dari sekian banyak  klub yang diperkuat oleh Francesco Totti selama dirinya berkarier. Selama ini, Totti sudah menorehkan sebanyak 300 gol dengan total 741 pertandingan bersama dengan I Lupi.