Inter Akan Menambah Masa Kerja Tiga Bek Gacoannya

Inter Milan kabarnya bakal menambah masa kontrak dari 3 pemain yang merupakan bek gacoannya yakni Gary Medel, Danilo D’Ambrosio, dan Jeison Murillo.

Dari informasi yang disampaikan oleh saah satu media olahraga, D’Ambrosio dan Gary Medel bakal menambah masa abddinya sampai dengan tahun 2020 mendatang. Sementara Jeison Murillo diberikan masa kontrak yang lebih lama, yaitu sampai dengan tahun 2022.

D’Ambrosio yang kini berusia 28 tahun dan Gary Medel yang kini berusia 29 tahun memang bakal segera berakhir masa kontraknya ditahun 2018 di La Beneamata. Sementara Jeison Murillo(24) tentunya masih memiliki ikatan kontrak sampai dengan 2020 mendatang. Akan tetapi, Inter Milan tetap berharap memperpanjang kontraknya 2 tahun lagi.

Bila dilihat dari peran sertanya, D’Ambrosio dan Murillo mempunyai catatan yang menggunguli atas Medel dimusim ini. Ke-2nya sama-sama sudah bermain dua puluh delapan kali, salah satu 21 laga di Serie A. Sementara Medel baru bermain enam belas kali disemua laga yang dijalani Inter Mian.

Penambahan masa kontrak ini menyangkal berita terkaiy karier 3 bek itu yang tidak menentu di La Beneamata. Ke-3 nya pernah diberitakan bakal dilego di musim panas mendatang.

Bidik Tiga Bek

Disamping menambahkan masa kontrak 3 bek itu, Inter Milan masih bakal merekrut bek tambahan pada musim depan. Beberapa nama yang sebagai target bidikan mereka diantaranya Stefan De Vrij, selaku Bek Lazio, Kalidou Koulibaly selaku bek Napoli dan Kostas Manolas selaku bek AS Roma.

Inter Milan sampai-sampai telah melakukan perundingan untuk memperoleh 3 bidikan tersebut. Nantinya yang siapa akan merapat dengan Inter Milan?.

Eder Tampil Impresif, Inter Sukses Kalahkan Empoli

Inter Milan unggul atas skor 2-0 dari Empoli selaku skuat tamunya, Pada Minggu ke 24–Liga Italia, hari Minggu, tanggal 12 Februari 2017 yang dilangsungkan di Stadion Giuseppe Meazza. 2 gol La Beneamata masing-masing dihasilkan oleh Antonio Candreva dan Eder.

La Beneamata bermain dengan tak adanya sosok Mauro Icardi selaku kapten mereka dan Ivan Perisic yang tak diperbolehkan bermain di 2 laga. Kala itu Icardi tak diperbolehkan tampil sebab bersikap tidak disiplin kepada wasit, disamping itu Perisic dikarenakan mendapat kartu merah. 2 kejadian tersebut berlangsung ketika Inter gagal atas skor 0-1 kontra Juve, hari Senin, 6 Februari 2017.

Walau bermain tanpa sosok Icardi, Inter Milan tidak kehilangan semangat juang. Eder bermain selaku pelapis yang sama kuat pada baris depan.

Eder memasukan gol perdana Inter Milan pada laga ini setelah memasksimalkan umpan Rodrigo Palacio. Gol tersebut dihasilkan pda menit ke-14.

Menang kualitas pesepak bola menjadikant Inter Milan lebih gampang mengawasi laga. Format 3-4-2-1 menjadikan Inter Milan mendiominasi baris tengah.

Akan tetapi tidak ada gol penambah yang dihasikan dengan begitu sampai dengan fase ke-1 selesai. Inter Milan akhirnya menyudahi fase ke-1 tas kemenagan 1 gol.

Fase ke-2

Empoli kala itu melesat ketika fase ke-2.  Pada menit ke-53, Empoli memperoleh peluang melalui Massimo Maccarone, namun belum bisa dimanfaatkan secara baik.

Ketika masuk di menit ke-54, malah Inter Mianlah yang menciptakan gol kemenangan. Kembali, performa Eder menyusahkan ini pertahanan Empoli. Yang saat itu umpan Eder dimanfaatkan secara baik oleh Antonio Candreva.

Ketinggal 2 poin, Empoli enggan untuk menyerah. Sempat beberapa kali mereka mengancam jaring La Beneamata yang dijaga oleh Samir Handanovic.

Namun, sampai dengan fase ke-2, Empoli tidak kunjung memperoleh gol. Inter Mian Pun Unggul atas skor 2-0.

Tekad Higuain Kalahkan Inter di Kandang Juve

Penyerang gacoan Juve, yakni Gonzalo Higuain, merasa yakin skuatnya bakal kian dekat dengan title scudetto jika sanggup menundukan Inter Milan pada laga yang dihelat di Stadion Juventus, hari Minggu, tanggal 5 Februari 2017 waktu setempat.

Pertandingan melawan Inter Milan akan menjadi cobaan yang sebenarnya untuk Juventus. Hal tersbut berdasarkan dengan adanya rentetan hasil baik yang dihasilkan skuat arahan Stefano Pioli.

Dari 9 pertandingan terakhir di semua laga seperti Coppa Italia, Serie A dan Liga Europa, La Beneamata sukses menjuarai semuanya.

La Beneamata yang pernah terpingkal-pingkal ketika awal musim, sekarang berada pada pos peringkat ke-4 di klasemen sementara-Serie A.

Beberapa hari yang lalu, penjaga gawang yang juga sebagai kapten tim Juve, yakni Gianluigi Buffon, mengatakan bahwa Inter Mian lebih baik dibanding FC Barcelona dan Real Madrid terkait dengan penampilan saat ini.

Higuain juga berpendapat demikian. Menurut penyerang yang berasal dari Argentina tersebut, Inter Milan meripakan rival yang berat untuk dihadapi.

Keunggulan dari La Beneamata, ucap Higuain, Akan menjadi langkah yang besar untuk Juve untuk memperoleh scudetto ke-6  secara berturut-turut.

“Buffon betul pada saat dirinya menyanjung Inter Milan. Mereka setara dengan El Real(sebutan Madrid) dalam hal penampilan sekarang ini,” ucap Higuain seperti disapaikan lewat salah satu media olahraga.

“Inter memiliki sejarah yang luar biasa dan sudah menjuarai banyak title. Mereka pantas memperoleh respek,” ucap pencatat delapan belas gol bagi Juve ini.

La Beneamata sempat menundukan Juve pada laga yang dilangsungkan di Stadion Giuseppe Meazza pada leg ke 1– Serie A musim dingin ini, tepatnya pada tangga 18/9/2016.

Sempat menang terlebih dahulu lewat cetakan Stephan Lichtsteiner, Juve akhirannya gaga atas skor akhir 1-2 gara-gara cetakan gol Ivan Perisic dan Mauro Icardi.

Pemain Terbaik El Real, Menurut Zinedine Zidane

Manager pada skuat Real Madrid, yakni Zinedine Zidane merasa pesepak bola yang berasal dari Kroasia bernama Mateo Kovacic ini amat penting untuk skuatnya. Dia pun takjub dengan perfora eks pesepak bola Inter Milan tersebut ketika tanding kontra Real Sociedad.

“Kovacic pesepak bola penting, dirinya masih belia dan kerap kali dirinya tampil, dirinya berupaya untuk menjalankannya dengan sebaik mungkin. Hari ini dirinya memasukan gol dan saya suka atas performanya,” ucap Zidane pada akun resmi klub.

El Real unggul atas skor 3-0 dari Sociedad dalam laga minggu ke dua puluh- La Liga 2016/2017, yang dihelat di Santiago Bernabeu, hari Minggu atau hari Senin, tanggal 30 Januari 2017dinihari WIB. 3 gol Real Madrid dihasilkan oleh Cristiano Ronaldo, Alvao Morata dan Kovacic.

“Kovacic nerupakan pesepak bola yangdapat menjalani lebih banyak lagi di masa mendatang. Mempunyai pesepak bola dengan kualitas seperti dirinya di sini amat penting.”

Kovacic mulai masuk tim inti El Real tahun ini. Dikarenakan, sejumlah pemain Real Madrid seperti Casemiro, Luka Modric, dan Toni Kroos bergantian mendapati cedera.

“Kami ingin Modric dapat kembali Minggu depan, namun saya tak dapat menyatakan kapan, ini serupa dengan yang dialami James Rodriguez. Gareth Bale bakal sedikit lebih lama, namun dirinya telah berlatih di kotak hijau dengan sepatu dan hal tersebut pertanda bagus. Kami mesti menjalaninya sedirkit demi sesedikit dan tak tergesa-gesa dirinya,” ucap Zidane menutup.

Semakin Berdiri Tegak di Atas Klasemen

Dengan keunggulan itu, El Real semakin berdiritegak di atas klasemen. Real Madrid sekarang mencatatkan 46 angka, menang 4 poin dari Sevilla dan FC Barcelona berada pada posisi di bawah mereka.

Beshasil Menjadi Juara, Simeone Sanjung Pesepak Bolanya

Atletico Madrid unggul atas skor 2-0 kontra Las Palmas pada parug ke 1 fase 16 besar Copa del Rey, yang digelar pada hari Rabu, tanggal 4 januari 2017 dan dilangsungkan di Stadion Gran Canaria,– Las Palmas. 2 gol keunggulan tim Diego Simeone tersebut, dihasilkan oleh Antoine Griezmann dan Koke.

Setelah pertandingan, Simeone merasa bahagia dengan performa skuatnya. Ditambah lagi, atas hasil ini laju Atletico menuju di perempat final semakin dekat.

“Kami mengawali laga dengan tekanan, dengan begitu sanggup menciptakan skor di fase pertama,” ucap Simeone.

“Fase ke-2 sama. Kami mempunyai lebih banyak kesempatan dalam menjalankan serangan balik. Skuat tampil baik pada laga krusial ini. Kami memboyong hasil yang bagus.”

Walau demikian Simeone, tetap menyuruh para pesepak bolanya untuk berhati-hati. Pendapatnya,  pada Piala Raja, skuat tak pernah dapat tenang. “Ini merupakan ajang yang sulit dan kita harus mengontrol persaingan ke-2 yang berlangsung di Vicente Calderon,” imbuhnya.

Sebelum laga, kala itu terdengan kabar terkait nasin dari Simeone. Akan tetapi, dirinya telah mengabarkan akan menetap bersama dengan Atletico Madrid setidaknya 1 tahun lagi.

Masa kontrak juru taktik yang berasal dari Argentina ini bersama dengan Atletico Madrid akan segera berakhir dibulan Juni tahun 2018 mendatang. Sederet klub papan atas Eropa sedang memburu demi mendapatkan tanda tangan Simeone, salah 1nya Nerazurri(julukan Inter Milan).

“Saya memiliki sisa kontrak untuk tahun selanjutnya. Oleh sebabnya, para pesepak bola dan penggemar bakal mempunyai 2 peluang ke depan: turut  mendirikan bersama dengan saya atau mensuport saya,” ungkap Simeone.

Masukkan 2 Gol, Icardi Dibilang Seperti Hewan

Sanjuangan yang keliar dari bibir sang juru taktik, bernama Stefano Pioli, usai Mauri Icardi sukses menghantarkan Inter Milan unggul dengan skor 3-0 kontra Lazio, hari Rabu, tanggal 21 Desember 2016 waktu setempat.

2 gol Icardi difase ke-2 membuat sempurna kesuksesan Inter Milan usai Ever Banega berhasil mebobol jaring Lazio lebih dulu pad fase pertama.

Poin-poin gol Icardi pastinya juga bertambah. Sekarang, penyerang yang berusia 23 tahun tersebut terhitung telah mencatatkan sebanyak empat belas gol dalam semua pertandingan yang dimainkannya.

“Kami menyuguhkan penampilan yang sebenarnya. Memang, kami pernag telah mati-matian ketika fase pertama, namun selanjutnya kami pantas memperoleh keunggulan atas penampilan baik ini,” ucap Pioli.

“Icardi menduduki pos dengan sagat pas. Dirinya seperti hewan di kotak terlarang dan mampu menjadika Lazio terluka,” ujarnya.

Atas keberhasilan dari Lazio, Inter Milan pun mendapat kenaikan posisi. Icardi dan rekan-rekannya naik 2 peringkat menuju pos ututan ke-7 dengan mencatatkan 30 angka dalam18 pertandingan.

Para pesepak bola Inter Milan juga dapat melewati masa libur Natal dengan persaaan senang. Mereka bakal kembali bertanding pada tanggal 8/1/2017, yaitu bertanding kontra Udinese yang dihelat di Stadion Friuli.

“Kami amat sangat berusaha dengan keras. Ayo jangan kita sia-siakan apa yang telah dikerjakan. Semoga kami dapat lebih baik sitahun 2017 sebab kami pantas memperolehnya,” ucap Icardi.

Skuad arahan Pioli membukukan tren baik ketika bermain di kandang yang menjadi kebanggaannya, yakni Stadion Giuseppe Meazza.

Wesley Sneijder Ingin ke AC Milan

Pemain Galatasaray, yakni Wesley Sneijder sempat mengatakan bahwasannya ia mempunyai anagan-angan bermain untuk skuad AC Milan sedari masih kecil. Bila mempunyai peluang kembali menuju Italia, Sneijder mempunyai harapan dapan mengenakan kostum AC Milan.

Sementara, Sneijder pernah melewati masa kekejayaannya pada waktu membela pesaing satu kotanya AC Milan, yakni Inter Milan. Pesepak bola internasional asal Belanda tersebut menghadirkan treble winner bagi Inter Milan pada tahun 2010.

Akan tetapi, Sneijder menyatakan, perpisahan dirinya bersama dengan La Beneamata tak berlangsung baik. Sementara, dirinya merasa sudah menampillkan semua kemampuannya dan telah jatuh cinta pada skuad Inter Milan.

“Tampil untuk Rossoneri merupakan cita-cita saya pada waktu masih kecil. Maka, benar, bila saya kembali menuju Italia, saya mau tampil main untuk AC Milan,” ujar Sneijder, seperti disampaikan oleh salah satu media olahraga.

“Saya tak mempunyai fikiran saya bakal kembali menuju Inter Milan. Saya keluar usai berselisih paham dan saya sampaikan, dapat membela AC Milan sebelum saya mengakhiri masa karier,” ujarnya.

Eks pesepak bola El Real ini yakin dirinya belum begitu tua untuk tampil pada Liga Italia– Serie A. Sneijder sadar betul, Liga Italia tidak sama dengan saat 5 tahun yang lalu, pada saat duel lebih sengit.

“Terdapat kemampuan yang masih kurang, namun AC Milan merupakan klub yang  legendaris bagi saya. Saya amat memikirkan untuk menetap di Inter Milan, pada saat tertentu saya merasa ketika itu saya mesti berada menetap dan menanti,” ucap pesepak bola yang saat ini berumur 32 tahun tersebut.

 

 

Rossoneri Kesal Tak Jaga Kemenangan Diakhir Pertandingan

Kelengahan pada akhir pertandingan memunculkan perasaan tidak mengenakan pada akhir bagi AC Milan. Rossoneri kesal tak berhasil menjaga konsentrasi.

Rossoneri kehilangan keunggulannya yang sudah Nampak di depan mata ketika menjalani derbi lawan Inter Milan yan digelar di San Siro, hari Senin, tanggal 21 November 2016 dinihari WIB. semakin terasa tidak enak sebab mereka sempat 2 kali menang sebelum pada akhirnya pertandingan usai dengan skor 2-2.

Suso menghantarkan Milan unggul di fase awal lewat gol pada menit 42. Skor kembali seri saat Antonio Candreva melakukan aksi balassan untuk Inter pada menit 53.

Namun Suso kembali memasukkan gol 5 menit berlalu dan AC Milan menang lagi. Pada kor 2-1 telihar bakal menjadi hasil akhir sebab masih terlihar hingga memasuki periode penambahan waktu.

Akan tetapi pada menit awal penambahan waktu itu, AC Milan kebobolan. Lewat tendangan sudut, bola diudara sempat disundul Geoffrey Kondogbia dan hinggap pada kaki Ivan Perisic. Tak diterjaga dengan baik oleh Manuel Locatelli, Perisic akhirnya menjembloskan bola menuju gawang.

Sementara keunggulan bakal menghantarkan AC Milan naik menuju peringkat 2 klasemen, lewati Rossoner yang sebelumnya ditundukkan Atalanta. Giacomo Bonaventura mensesalkan ketidak berdayaan menjaga konsentraso pada akhir pertandingan, namun merasa hasil ini bakal menjadi pelajaran penting bagi skuad.

“Terdapat penyesalan yang besar, sebab gol penyeimbng muncul amat dekat pada akhir laga. Kami kesal, sebab kami sempat memiliki peluang baik untuk juara dan menduduki urutan 2 klasemen,” ucap Bonaventura pada salah satu sumber.

“Kami tak mempunyai kemampuan untuk bertahan hasil hasil 2-1. Namun pertandingan ini semestinya memberi kami ambisi untuk menghadapi pertandingan selanjutnya dengan antusias yang lebih kuat.”

“Skuad ini berusaha keras, menjalani sejumlah hal baik, walau ada pula beberapa lainnya yang tidak. torehan semacam ini bakal menyokong para pesepak bola yang lebih muda untuk berkembang menjadi lebih dewasa,” tambahnya.

Ini Pesan Carlo Ancelotti pada AC Milan…

Mantan juru taktik AC Milan, yakni bernama Carlo Ancelotti, berpesan pada eks skuadnya jelang pertandingan derby. Dalam pendapatnya, Inter Milan bakal tetap menjadi skuad yang tak mudah untuk dihadapi.

Derby della Madonnina bakal membuat panas Serie A-giornata 13, hari Senin, tanggal 21 November 2016 dinihari WIB. Pada perjumpaan perdana ini, AC Milan yang bakal bertindak selaku tuan rumah dalam pertandingan tersebut.

Melihat pos pada klasemen, Rossoneri layak untuk lebih dijagokan dbandingkan dengan Inter Milan. Rossoneri menduduki peringkat ke-3 klasemen yakni dengan raihan sebanyak 25 angka, menang 8 poin atas Nerazurri yang berada pada posisi ke- 9.

Walau begitu, Ancelotti berpesan Inter Milan untuk tetap waspada melihat pertandingan derby yang dihelat pada akhir minggu ini. ditambah lagi Nerazurri juga belum lama berganti arsitek dengan memilih Stefano Pioli.

“Mereka mesti waspada pada Inter Milan, mereka kerap tak mudah untuk dihadapi,” ucap Ancelotti seperti dikabarkan salah satu media olagraga Italia.

“Mereka pula telah mengganti juru taktik sebelumnya. Jelang laga kontra Juventus, Nerazurri tak bermain apik namun mereka menunjukkan penampilan yang baik.”

“Jangan lupa bahwasannya selama ini Inter Milan bermain di bawah peluang mereka, disamping itu AC Milan tengah berada pada penampilan terbaiknya, atau mungkin berada diatasnya,” ungkap Ancelotti menambahkan.

Menunggu Karier Pertama Pjanic dengan Juventus

Miralem Pjanic telah bersiap menjalani karier bersama dengan Juventus ketika kontra Sassuolo pada babak lanjutan Serie A yang dilangsungkan di Juventus Stadium, hari Sabtu, tanggal 10 september 2016.

Sedari direkrut dari AS Roma dengan biaya transfer sebesar 32.000.000 euro atau setara dengan Rp 469 milyar, Pjanic tentu belum sama sekali pernag perkuat I Bianconeri(julukan Juventus). Dirinya izin tampil dalam 2 pertandingan awal liga dikarenakan mengalami masalah cedera.

Pjanic kala itu memperlihatkan dirinya sehat dengan bermai secara full ketuka Bosnia Herzegovina unggul atas skor 5-0 kontra Estonia pada pertandingan penyisihan Piala Dunia 2018 untuk wilayah Eropa, pada hari Selasa kemarin, tanggal 6 september 2016. Sampai-sampai, dirinya telah mencatatkan 2 kali upaya dalam mencetak gol.

Menyangkut kesehatannya, Pjanic pun mngatakan, “Saya mendapati sedikit persoalan fisik pada 2 laga pertama. Saat ini, saya berada pada keadaan yang baik.”

Kemali bugarnya Pjanic terasa pas sebab Juve telah ditunggu dengan jadwal yang cukup padat. Mereka mesti melakoni 5 laga pada sisa bulan September ini.

Usai Sassuolo, ada pertandingan melawan Sevilla pada kompetisi Liga Champions, hari Rabu tanggal 14 september 2016, dan pertarungan yang penting kontra tim Inter Milan pada laga Serie A, hari Minggu, tanggal 18 september 2016.

“Kami bakal tampil setiap 3 hari. Akan tetapi, saya telah merasa siap,” ucap Pjanic.

Tak adanya sosok Pjanic, Juve sanggup menjuarai 2 laga pertama. barisan tengah skuat yang memiliki nama julukan I Bianconeri ini diisi oleh sederet nama diantaranya Sami Khedira, Mario Lemina dan Kwadwo Asamoah.