Demi Juve, De Sciglio Rela Menjadi Sosok Penghinat

Rivalitas tak membatalkan rencana Juventus untuk menghadirkan sosok Mattia De Sciglio dari AC Milan. Kabarnya, skuat yang berjulukan I Bianconeri telah bersiap membajak bek bentukan akademi AC Milan tersebut untuk menambah timnya musim depan.

Menurut informasi yang disampaikan oleh salah satu media, kesempatan Juve untuk memperoleh De Sciglio terbuka menyusul kontrak si pesepak bola bakal usai pada bulan Juni 2018 mendatang. Hingga saat ini, Rossoneri belum pula menambahkan masa kontraknya.

Untuk kelanjutannya, salah satu sumber  mengatakan bahwasannya De Sciglio menolak penambahan masa kontrak dengan Rossoneri sebab tertarik dengan Juve. Dirinya menganggap bergabung dengan Juve kian memperlebar kesempatannya dalam meraih trofi.

Juve sendiri sejak dahulu membidik sosok De Sciglio. Ditambah lagi, hubungannya dengan dengan sang pelatih yakni Massimiliano Allegri yang begitu akrab ketika ke-2 nya berjumpa di Milan. Allegri selaku arsitrk yang berjasa menghantarkan bek yang kini menginjak usia 24 tahun tersebut menuju dalam Tim senior Juventus.

Dengan menghadirkan sosok Mattia De Sciglio ini merupakan saah satu dari bagian niatan Juve untuk memperbarui aransemen bek yang mereka punya. Seperti yang sudah tahu, sederet bek Juve  sudah mulai dimakan usia, sebut saja Giorgio Chiellini, Dani Alves dan Leonardo Bonucci.

Disamping nama De Sciglio, Juve pun telag mempunyai 2 pemain lain yakni Mattia Caldara dan Daniele Rugani yang bakal hadir tahun 2018 nantu [sementara sebagai pemain pinjaman menuju Atalanta].

Dybala; Juve Sejajar dengan Barca

Paulo Dybala yang merupakan striker pada skuat Juventus menyampaikan pendapatnya terkait kesempatan Juventus menang pada kompetisi Liga Champions. Dirinya berpendapat, peluang Juve sejajar dengan Real Madrid, Bayern Muenchen, dan FC Barcelona.

Juve sedang sedang bersiap untuk laga kontra FC Porto pada paruh ke-2 fase 16 besar -Liga Champions, yang dilangsungkan pada hari Rabu, tanggal 15 Maret 2017 dinihari. Mereka berkesempatan untuk masuk menuju babak perempatfinal dikarenakan menang dengan selisih 2-0 dari paruh sebelumnya.

“Sedari Liga Champions diadakan kami telah berada pada tingkat yang sejajar dengan Real Madrid, Bayern Muenchen,dan FC Barcelona. Kami pun berada pada pos atas klasemen liga dan unggul pada pertandingan ke-1 Coppa Italia ketika semifinal kontra Napoli. Dalam sejumlah hal, kami menjalankannya sangat baik dibandingkan mereka,” ucap Dybala saat bertemu dengan awak media jelang laga.

Paulo Dybala yang berada di Juventus pada tahun 2015 silam telah mencatatkan 3 title, yakni Scudetto pada musim lalu, Piala Super Italia 2015. dan Coppa Italia 1 title yang menjadikan tekatnya ialah memnangi kompetisi Liga Champions pada umurnya yang masih muda disampaing dapat memasukan gol pada ajang bersar pada Benua Biru tersebut.

“Akan menjadi hal spektakuler apabila menjuarai Liga Champions pada umur saya sebab saya merapat dengan Juve 2 tahun lalu,” ujar pesepak bola yang saat ini menginjak usia 23 tahun itu.

“Beberapa teman satu tim saya telah menjuarai trofi itu dan saya mau menjadi determinan dalam laga Liga Champions,” ujarnya sesumbar.

 

 

Valeri Membantu Juve Peroleh Kesuksesan

Pepe Reina, selaku penjaga gawang pada skuat Napoli, mengklaim hakim lapangan bernama Paolo Valeri selaku penyebab kegagalan skuatnya dari I Bianconeri atas skor 1-3 dalam laga semifinal perdana Coppa Italia pada pertandigan yang dilangsungkan di Stadion Juve, hari Selasa, tanggal 28 Februari 2017 atau tepatnya pada hari Rabu dini hari WIB.

“Kami bermain bagus dalam fase ke-1. Kami menjadikan Juve kesusahan dan kami menciptakan metode permainan kami,” ucap Reina.

“Atas kejadian yang berlangsung pada fase ke-2, segalanya berubah. Torehannya berubah sebab keputusan hakim lapangan,” ucapnya menambahkan.

Napoli pernah menang lebih dulu atas cetakan gol dari Jose Maria Callejon ketika masuk di menit 36.

Akan tetapi, Juventus bangkit ketika fase ke-2 usai memasukan 3 gol. 2 gol yang lain dihasilkan Paulo Dyabala lewat titik penalti ketika masuk dimenit ke 47 dan menit ke 69.

Penalti ke-2 Juve berlangsung karena Reina dirasa telah melakukan pelanggaran pada Juan Cuadrado ketika berupaya melewati penjaga gawang yang berasal Spanyol itu.

“Menurut pemikiran saya, saya sukses menghadang bola, dngan begitu dirinya pun mesti melompat atau menjahui. Saya betul-betul emosi. Ini tak adil. Hasil akhir dirubah oleh keputusan hakim lapangan,” ucapnya.

Napoli klaim mesti secepatnya menghilangkan hasil ini. Marek Hamsik beserta rekan-rekan mesti kembali berkonsentrasi untuk melakoni pertandingan besar Serie A kontra i Giallorossi pada tanggal Sabtu, tanggal 4 Maret 2017.

“Kami bakal berupaya menjalani yang terbaik. Kami kontra skuatyang dalam keadaan baik dengan begitu kami harus menyuguhkan penampilan yang luar biasa,” ucap penjaga gawang yang berasal Spanyol itu. Telusuri apbnnews.com jika anda penasaran dengan berita bola terbaru yang tayang hari ini

Allegri Sanjung Performa Striker Muda Marko Pjaca

Manager pada skuat Juventus, yakni Massimiliano Allegri menyanjung striker muda Marko Pjaca yang dirasanya telah meningkat jauh sedari hadir dari klub Kroasia Dinamo Zagreb pada musim panas lalu. Selaku pesepak bola muda bakat Pjaca telah dapat bercampur dengan ciri Juventus.

Pesepak bola berusia 21 tahun ini baru saja memasukan gol pertamanya bagi klub pada kompetisi Liga Champions, ketika Juve menundukan FC Porto dengan skor 2-0 pada hari Kamis, tanggal 23 Februari 2017 dinihari WIB. Pjaca hadir dari kursi pelapis dan mengawali kemenangan pada saat masuk di menit 72.

“Saya telah menyaksikan dari hari Sabtu apabila dirinya telah merubah sikapnya dan dia mengerti ada sejumjah hal yang tidak cukup untuk hanya diturunkan bermain pada sepak bola Italia,” ucap Allegri disampaikan  lewat salah satu media.

Allegri pun menyampaikan bahwasannya mengasuh peepak bola muda bagai Pjaca memang perlu kesabaran. Luusan Lokomotiva Zagreb ini mempunyai potensi, cara serta kecepatan yang harus maksimalkan sesuai apa yang diperlukan skuat seperti yang diperlihatkan pada fase 16 besar –Liga Champions.

Juve sanggup menngawasi penampilannya sampai dengan pertandingan berkhir. Disamping itu skuat tuan rumah Porto tengah ada di bawah tekanan sedari kartu merah yang di dapat oleh bek  sayap yaitu Alex Telles ketika masuk dimenit 27.

“Ia masih muda disisi lain kami membutuhkan kesabaran pada pesepak bola muda,” ujar Allegri.

“Skuat ini tampil dengan ciri khasnya dan kami cuma tertekan dalam 5 menit, selanjutnya mengawasi permainan, baik ketika sebelas kontra sebelas atau sebelas kontra sepuluh. Barusan dapat 3-0, namun tak jadi soal,” ujarnya.

Higuain Optimis Juve Perloeh Title Liga Champions

Gonzalo Higuain optimistis Juventus sanggup menjuarai kompetisi Liga Champions musim ini. Keyakinan tersebut menjadikan Higuain memutuskan untuk tinggalkan Napoli ketika jendela transfer pada musim panas lalu.

I Bianconeri-julukan dari Juventus ini bakal bertanding melawan Porto pada laga yang dihelat di Estadio Do Dragao, hari Kamis, tanggal 23 Februari 2017 dinihari WIB si paruh ke-1 fase 16 besar- Liga Champions. Ini akan menjadi perjumpaan ke-3 untuk ke-2 skuat.

Dalam dua aga berikutnya, Juve memperoleh 1 keunggulan dan 1 hasil seri atas Porto.

“Juve dapat menjuarai Liga Champions, namun kami mesti santai,” ujar penyerang berumur 29 tahun ini, disampaikan lewat salah datu media.

“Saya ssadar apabila Juve adalah skuat yang tangguh dan kami dapat menjalaninya hingga akhir. Maka, kami mesti melaju dengan bagus di Porto,” ucapnya menekankan.

Gembira Pilih Juve

Kelanjutannya, Higuain menganggap putusannya mencenderai Napoli amat pas. Pesepak bola Tim Nasional Argentina tersebut merapat ke Juve usai dibeli dengan biaya teransfer 90.000.000 euro.

“Tampil dengan pesepak bola terbaik menjadikan Anda kian meningkat. Tersebut adalahhal yang masuk akal. Anda dapat saksikan Gianluigi Buffon, dirinya telah menjuarai semuanya, namun masih berlatih seperti pesepak biola muda,” ujar Higuain.

“Semua pesepak bola Juve Nampak lapar akan title. Maka, saya fikir telah mengeluarkan putusan yang pas. Di sini, saya pun tak merasa adanya tekanan yang besar. Saya merasa apabia Juve merekrut saya untuk menjuarai Liga Champions,” ucapnya menutup. Temukan berita bola terbaru hari ini dengan mengujungi www.fotballsstrojain.com

‘Conte dapat Matikan Siapapun’

Antonio Conte diketahui selaku pelatih yang meledak-ledak dan kadang kala amat emosi. Arsitek pada skuad Chelsea tersebut sampai-sampai mengatakan dapat matikan siapa pun.

Salah satu contoh dapat disaksikan ketika The Blues menghabisi Arsenal dengan 3-1 pada laga yang dilangsungkan di Stamford Bridge, hari Sabtu, tanggal 4 Februari 2017. Berada di pinggir kotak, Antonio Conte terlihat melabrak Angelo Alessio selaku tangan kanannya.

Conte mengaku, ia memang mudah emosi pada saat sesuatu yang tak berjalan dengan apa yang dibuat sebelumnya atau harapannya.

“Ketika menyaksikan sesuatu tak berjalan dengan baik, saya dapat mematikan siapa pun,” ujar ucap Arsitek yang kini berumur 47 tahun tersebut disampaikan oleh salah satu media.

Selanjutnya, apa yang menjadikan Conte ‘Emosi’ terhadap Alessio?

“Saya panas sebab N’Golo Kante semestinya mundur megawasi kotak penalti. Kala itu disana cuma ada Victor Moses yang mengawasi 1 pesepak bola The Gurnners. Saya juga melakuan hal serupa pada Alessio,” ucap Conte.

Ini bukan kali pertama Conte meluapkan rasa kekesalannya terhadap Alessio. Sang pelatih akui bahwa dirinya melakukan hal yang sama ada asistenya tersebut.

“Alessio merupakan asisten saya. Ironisnya, dirinya kerap menjadi sasaran kekesalan saya selama bertahun-tahun,” ucap pemilik 3 scudetto bersama Juve tersebut.

Kebersamaan Alessio dan Conte diawai sedari tahun 2010. Ketika itu, mereka sama-sama berkarier di Siena.

Conte selanjutnya memboyong Alessio menuju Juventus, tim nasional Italia, sampai dengan saat ini berada di Chelsea.

Di bawah kepemimpinan Conte serta Alessio, The Blues merajai klasemen-Premier League tahun 2016/2017 usai menjalani 24 pertandingan. Eden Hazard dan rekan-rekan mencatat 59 angaka atau menang 9 poin dari Tottenham Hotspur pada pos urutan ke-2.

Tekad Higuain Kalahkan Inter di Kandang Juve

Penyerang gacoan Juve, yakni Gonzalo Higuain, merasa yakin skuatnya bakal kian dekat dengan title scudetto jika sanggup menundukan Inter Milan pada laga yang dihelat di Stadion Juventus, hari Minggu, tanggal 5 Februari 2017 waktu setempat.

Pertandingan melawan Inter Milan akan menjadi cobaan yang sebenarnya untuk Juventus. Hal tersbut berdasarkan dengan adanya rentetan hasil baik yang dihasilkan skuat arahan Stefano Pioli.

Dari 9 pertandingan terakhir di semua laga seperti Coppa Italia, Serie A dan Liga Europa, La Beneamata sukses menjuarai semuanya.

La Beneamata yang pernah terpingkal-pingkal ketika awal musim, sekarang berada pada pos peringkat ke-4 di klasemen sementara-Serie A.

Beberapa hari yang lalu, penjaga gawang yang juga sebagai kapten tim Juve, yakni Gianluigi Buffon, mengatakan bahwa Inter Mian lebih baik dibanding FC Barcelona dan Real Madrid terkait dengan penampilan saat ini.

Higuain juga berpendapat demikian. Menurut penyerang yang berasal dari Argentina tersebut, Inter Milan meripakan rival yang berat untuk dihadapi.

Keunggulan dari La Beneamata, ucap Higuain, Akan menjadi langkah yang besar untuk Juve untuk memperoleh scudetto ke-6  secara berturut-turut.

“Buffon betul pada saat dirinya menyanjung Inter Milan. Mereka setara dengan El Real(sebutan Madrid) dalam hal penampilan sekarang ini,” ucap Higuain seperti disapaikan lewat salah satu media olahraga.

“Inter memiliki sejarah yang luar biasa dan sudah menjuarai banyak title. Mereka pantas memperoleh respek,” ucap pencatat delapan belas gol bagi Juve ini.

La Beneamata sempat menundukan Juve pada laga yang dilangsungkan di Stadion Giuseppe Meazza pada leg ke 1– Serie A musim dingin ini, tepatnya pada tangga 18/9/2016.

Sempat menang terlebih dahulu lewat cetakan Stephan Lichtsteiner, Juve akhirannya gaga atas skor akhir 1-2 gara-gara cetakan gol Ivan Perisic dan Mauro Icardi.

Iniesta Dalam Incaran Juve

Juventus secara sembunyi-sembunyi melihat kondisi Andres Iniesta di FC Barcelona. Klub yang mendapat julukan ‘Si Nyonya Tua’ tersebut kabarnya mempunyai niatan untuk menghadirkan kapten FC Barcelona itu.

Seperti disampaikan oleh salah satu media, bahwasannya kontrak Iniesta akan selesai ditahun 2018. Akan tetapi, selaku Petinggi FC Barcelona, yakni Josep Bartomeu, dikabarkan belum membuat terkait masa depan pesepak bola berumur 32 tahun itu.

Informasi lain mengatakan, Bartomeu sampai-sampai tak berminat manambah masa kontrak Iniesta yang sekarang selaku kapten skuat.

Iniesta pribadi sudah mengatakan rencananya untuk mengakhiri masa kariernya di Barca. Dia mengatakan hal itu pada awal musim ini.

“Di tahun 2018, masa kontrak saya bakal usai dan saya mau meneruskannya. Dunia mengetahu hal tersebut. Namun kualitas saya bagal menjadi penentu apakah saya pantas. Saya berharap, kualitas saya masih dapat bertahan,” ucap Iniesta.

Iniesta adalah keluaran asli dari universitas La Masia punya FC Barcelona. Dia naik ke skuat inti di tahun 2002-2003.

Dengan jumlah, Iniesta sudah 397 kali bermain untuk Barca dan memasukkan sebnanyak 34 gol. Berbagai titl pemenang pun sudah diraih bersama FC Barcelona.

Iniesta dengan jumlah keseluruhan sudah memperoleh 29 title bersama dengan FC barcelona. Dengan perincian, delapan title Liga Spanyol, empat title pemenang Liga Champions dan Copa del Rey, tuju title pemenang Piala Super Spanyol,  3 title pemenang Piala Dunia Antarklub dan Piala Super Eropa.

Gagal Kontra Juve, Radja Nainggolan Kecewa

Salah satu pemain AS Roma, yakni Radja Nainggolan amat kecewa usai gagal dari Juventus pada laga yang dilangsungkan pada hari Sabtu, tanggal 17 Desember 2016, atau tepatnya pada Minggu dinihari WIB. Dia merasa menilai kegagalan tersebut tak memperlihatkan penampilan di lapangan.

Betul, gol yang diciptakan Gonzalo Higuain sebagai pembeda pada pertandingan kali ini. Keunggulan menjadikan Juve semakin berdiri tegak pada posisi atas klasemen dan menjahi AS Roma dengan jarak gol sebanyak 7 angka.

Sampai dengan minggu ke tujuh belas, Juventus telah mengumpulkan sebanyak 42 angka dalam empat belas keunggulan dan mendapati 3 kegagalan. Disamping itu AS Roma berada pada urutan ke-2 atas catatan sebanyak 35 angka.

“Sudah pasti hal tersebut merupakan keggalan yang menyakitkan, paling utama bila dilihat dari gaya kami tampil. Banyak peluang yang kami dapat, akan tetapi bola tak ada yang berhasil menjurus masuk kearah gawang,” ucap Nainggolan seperti disampaikan oleh salah satu media Italia.

“Secara penampilan sudah pasti kami mera puas. Semestinya hasil seri sangat adil,” ucapnya menambahkan, walau begitu pemain yang masih berdarah Indonesia tersebut mengatakan bahwa AS Roma tak akan berputus asa untuk mengejar Juve. Walau sekarang ini ke-2 skuad berselisih gol cukup jauh pada klasemen.

“Jujur saja, jarak 7 angka saat ini itu dapat dikatakan sangat besar. Hal tersebut tandanya kami berkeinginan Juve gagal pada 3 laga dan hak tersebut itu juga kami mesti juara di laga yang lain. Namun bila kami selalu tampi semacam ini, semuanya masih adanya kemungkinan untuk terjadi,” ujar Nainggolan.

“Juventus dapat Tundukkan Siapa Saja”

Juventus berpeluang berjumpa dengan sederet skuad hebat pada fase 16 besar. Penyerang Juventus, yakni Paulo Dybala merasa optimis skuadnya bakal sanggup mengatasi pesaing-pesaingnya nanti.

Juve sudah tentu menjadi pemenang pada Grup H dengan raihan sebanyak 14 angka, menang 3 angka atas Sevilla yang berada di bawahnya. Hasil tersebut didapati Juventus setelah mengalahkan Dinamo Zagreb dengan skor 2-0 pada laga yang diadakan di Turin, hari Kamis, tanggal 8 Desember 2016, atas sederet gol yang dihasilkan Daniele Rugani dan Gonzalo Higuain.

Berikutnya, Bianconeri sekarang tinggal menanti pesaingnya di tahap penyisihan pertama pada pengundian yang bakal dijalani pada hari Senin, tanggal 12 Desember 2016. Pada fase ini, pemenang-penenang grup bakal kontra skuad juara 2 dari grup lain yang tak berada dalam 1 sosiasi.

Yang dimaksud ialah, La Vecchia Signora berkesempatan bertemu para klub besar seperti Real Madrid, Manchester City, Bayern Munich, atau juga Paris St-Germain.

“Saya tak ada soal dengan skuad mana saja yang bakal kami terima nanti, sebab kami tak semestinya cemas dengan siapapun,” ucap Dybala terhadap salah satu sumber, yang disampaikan oleh salah satu media Italia.

“Dengan sejumlah pesepak bola yang kami miliki, kami dapat menundukkan lawan yang mana saja.”

Pada laga tersebut, Dybala cuma tampil pada sepuluh menit terakhir usai kembali dari izin tampilnya selama satu bulan karena cedera hamstring. Dybala sempat mengatakan telah siap untuk tampil lebih lama.

“Bermain tak sama pada saat waktu latihan, maka saya amat berantusias kembali kala berada di atas kotak hijau. Hari ini saya merasa fit dan pada beberapa hari belakangan tak merasakan sakit. Saya memang belum tapat tampil selama satu setengah jam, namun saya sudah siap untuk tampil lebih lama dibanding dengan malam ini,” ucap striker Argentina itu.